Jumat 27 Dec 2019 08:39 WIB

Kemenag DIY Luncurkan Program Manasik Haji Sepanjang Tahun

Manasik Haji Sepanjang Tahun bertujuan membekali jamaah haji secara optimal

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Christiyaningsih
Manasik Haji Sepanjang Tahun bertujuan membekali jamaah haji secara optimal. Ilustrasi.
Foto: Republika/Umi Soliha
Manasik Haji Sepanjang Tahun bertujuan membekali jamaah haji secara optimal. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL -- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY meluncurkan Program Manasik Haji Sepanjang Tahun. Program ini memberikan pendampingan manasik kepada calon jamaah yang bertujuan membekali dengan pengetahuan haji secara optimal.

Direktur Bina Haji Ditjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Khoirizi H Dasir mengatakan Yogyakarta merupakan pionir program tersebut. Ia pun berharap program tersebut juga dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia.

Baca Juga

"Program ini penting karena segi ibadah bagi jamaah haji sesungguhnya adalah yang utama. Kadang kita terlalu sibuk terkait hotel, layanan, makanan, namun melupakan pentingnya segi ibadah haji bagi jamaah," katanya saat launching Manasik Haji Sepanjang Tahun di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta, Bantul, Kamis (26/12).

Menurutnya program ini tentu dapat memandirikan dan meningkatkan pengetahuan jamaah. Ia pun menilai pembekalan yang diberikan terhadap calon jamaah   haji selama ini belum optimal.

"Selama ini yang telah berjalan 10 kali manasik yang dilakukan masing-masing delapan kali di KUA ditambah dua kali tingkat kabupaten/kota tentu belum memadai," ujarnya.

Ia pun menyebut indeks kepuasan jamaah terkait ibadah haji baru mencapai 87,77 persen. "Bagaimana dengan sisanya, ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Di sisi lain, kata Khoirizi, tantangan dalam penyelenggaraan haji yakni 60 persen jamaah termasuk kategori usia lanjut. Ia juga mengingatkan di 2020 tugas layanan haji akan semakin berat.

"Jika kuota jamaah 250 ribu, apa kita mampu mengatur jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina? Nanti jamaah bisa menjadi korban karena fasilitas di sana terbatas," katanya.

Ia pun meminta agar Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) bersinergi dengan Kemenag. Termasuk, peran pemerintah daerah dalam hal ini juga turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan haji.

"Sinergi ini harus berjalan dalam satu alur yang jelas. Mulai saat ini, misalnya, sudah dapat memetakan profil jamaah calon haji," jelasnya.

Kakanwil Kemenag DIY Edhi Gunawan menjelaskan program ini akan dilakukan tiap Jumat. Program ini dimulai pukul 13.30 hingga 16.30 WIB. "Kita namai Jumat Manasik dengan harapan mendapat berkah dari sayyidul ayyam," kata Edhi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement