Rabu 18 Dec 2019 00:45 WIB

Kemenag Luncurkan Percontohan Daerah Binaan di Donggala

Percontohan daerah binaan menentukan arah kebijakan bidang agama.

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Ani Nursalikah
Kemenag Luncurkan Percontohan Daerah Binaan di Donggala. Foto Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi (ilustrasi)
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Kemenag Luncurkan Percontohan Daerah Binaan di Donggala. Foto Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi meluncurkan Program Percontohan Daerah Binaan Kemenag di Desa Sioyong, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (17/12). Peresmian Program Percontohan Daerah Binaan Direktorat Bimas Islam Kemenag ini ditandai dengan penabuhan bedug oleh Zainut. Ikut mendampingi, Bupati Donggala Kasman Lassa, Wakil Bupati Donggala Moh Yasin, Plh Dirjen Bimas Islam Tarmizi Tohor dan Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman Langke.

Menurut Zainut, program percontohan daerah binaan ini merupakan inovasi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag dalam menentukan arah kebijakan bidang agama yang mengarah kepada stabilitas nasional. Program ini sebagai bentuk pengejawantahan kehadiran negara terhadap permasalahan bidang agama.

Baca Juga

"Agama menempati posisi dan peran kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam kehidupan bangsa yang multi agama, pelaksanaan keseharian masyarakat Indonesia senantiasa berada di bawah naungan ketaatan pada landasan negara dan konstitusi," ujar Zainut dalam keterangan yang didapat Republika.co.id, Selasa (17/12).

Ia juga menyebut dalam konteks holistik negara, posisi agama secara inheren menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya dan program pembangunan yang dijalankan. Upaya ini juga sebagai bagian yang terintegrasi di dalam kerangka pembangunan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, adil, demokratis dan sejahtera.

Adapun program percontohan daerah binaan ini merupakan kolaborasi dari empat direktorat di lingkungan Bimas Islam. Program ini telah berjalan sejak 2018.

Ia menyebut keberadaan Program Percontohan (Proper) ini diharap membawa dampak yang berkelanjutan. "Ini pertaruhan kita, bahwa ini harus berlanjut di masa yang akan datang. Karena kita sudah nyatakan ini sebagai program percontohan, sehingga harus menjadi contoh dengan capaian hasil yang diharapkan," ujarnya.

Ada beberapa hasil yang diharapkan datang dari program percontohan daerah binaan Bimas Islam Kemenag ini. Hasil pertama yakni peningkatan keshalehan sosial melalui pendampingan dan pembimbingan terhadap umat secara berkesinambungan.

Hasil berikutnya terlihat dari pemberian bantuan. Diharapkan ormas Islam dan majelis taklim lebih aware peduli terhadap umat Islam. Hasil selanjutnya berhubungan dengan kemandirian dalam hal ekonomi keumatan dalam kurun waktu tiga tahun kedepan setelah peluncuran.

Keempat, ia berharap keberadaan daerah binaan menjadi bagian pencegahan masuknya paham keagamaan yang menyimpang serta terciptanya kerukunan umat antar beragama. “Kelima, pendampingan yang secara berkelanjutan terhadap Kampung Muallaf di Dusun Simontomo ini agar tetap istiqomah terhadap ajaran agama Islam dan secara aktif merawat kerukunan antar umat beragama. Dan keenam, menularkan desa sekitar dalam hal kesalehan sosial,” ujarnya.

Zainut juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah, Baznas, dan LAZ yang telah menjalin sinergi agar kesejahteraan masyarakat terus meningkat dan terus mengupayakan agar usaha produktif masyarakat bisa diperkuat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement