Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Bupati Aceh Barat: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba

Senin 16 Dec 2019 05:15 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bupati Aceh Barat: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba. Foto ilustrasi shalat berjamaah.

Bupati Aceh Barat: Umat Islam Jangan Mau Diadu Domba. Foto ilustrasi shalat berjamaah.

Foto: Republika/Edi Yusuf
Umat Islam jangan terpengaruh adu domba karena perbedaan memahami masalah keagamaan.

REPUBLIKA.CO.ID, MEULABOH -- Bupati Aceh Barat Ramli MS mengajak seluruh umat Islam di Aceh bersatu dan tidak terpengaruh upaya adu domba karena perbedaan mazhab (pendapat ulama) dalam memahami persoalan keagamaan. "Jangan kita mebid'ahkan sesama umat Islam karena hanya perbedaan mazhab dan pendapat dalam memahami persoalan agama, karena hal tersebut akan memecah belah umat Islam," kata Ramli di Meulaboh, Ahad (15/12).

Ia mencontohkan, negara Arab seperti Yaman, Suriah, Irak, dan Libya telah hancur dan porak-poranda karena perang saudara. Hal tersebut disebabkan sesama umat Islam di negara jazirah Arab tersebut tidak bersatu.

Agar persoalan ini tidak terjadi di Indonesia, khususnya Aceh, pemerintah daerah kini telah membentuk Forum Majelis Taklim di setiap kecamatan di Kabupaten Aceh Barat. Langkah itu diambil agar menjadi benteng umat Islam dalam mengantisipasi upaya perpecahan di masyarakat.

Ramli berharap, dengan dibentuknya majelis taklim di daerah itu, dapat menjadi pemersatu umat di tengah majemuknya masyarakat Aceh Barat. Bahkan dengan adanya forum keagamaan tersebut diharapkan dapat membentuk masyarakat Aceh Barat yang syar'i serta memiliki rasa cinta Tanah Air yang tinggi.

"Untuk itu, saya meminta kepada tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Aceh Barat agar dapat menyatukan umat sehingga ukhuwah islamiyah dan persatuan umat di Aceh Barat dan Indonesia dapat semakin kuat," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA