Selasa 10 Dec 2019 06:00 WIB

Mengenal Sunnatullah dan Inayatullah

Sunnatullah adalah ketetapan Allah. Foto: Takdir manusia (Ilustrasi).

Rep: Imas Damayanti/ Red: Muhammad Hafil
Takdir (ilustrasi)
Foto: Wordpress.com
Takdir (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam hidup kita sering mendengar istilah pertolongan Allah dan juga anjuran mengenai pentingnya sikap tolong menolong antar-manusia. Apakah kedua hal itu saling bertentangan?

Secara istilah dan pengertian, sunnatullah dan inayatullah memang berbeda namun bukan berarti bertentangan. Dalam kitab tafsir Al-Misbah karya Prof Quraish Shihab dijelaskan, sunnatullah merupakan ketetapan-ketetapan Allah SWT yang lazim berlaku dalam kehidupan nyata.

Baca Juga

Contohnya seperti hukum sebab dan akibat. Contohnya adalah orang sakit yang dianjurkan untuk berobat dan meminta pertolongan ke dokter hingga sembuh. Kendati demikian, beliau berpendapat, jangan dikira bahwa dokter atau obat yang diminum yang menyembuhkan penyakit yang diderita.

Allah mengambil peran dalam penentuan sembuh tidaknya seseorang melalui dokter dan obat yang diminum. Artinya, pertolongan dari manusia berkolerasi dengan pertolongan langsung dari Allah.

Sedangkan inayatullah merupakan pertolongan dan bimbingan Allah di luar kebiasaan-kebiasaan yang berlaku. Dalam bahasa Alquran, hal ini dinamai madad, namun madad sendiri biasanya hadir setelah ada upaya sebelumnya dari manusia.

Contohnya, orang yang berobat karena sakit tadi telah divonis dokter akan batasan waktu kemampuan tertentu untuk menjalani hidup di dunia. Namun di luar dugaan dokter, waktu yang diperkirakan itu meleset bahkan si pasien dinyatakan sembuh. Hal ini adalah bentuk dari inayatullah, pertolongan dengan cara yang tidak lazim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement