Senin 09 Dec 2019 12:00 WIB

Silaknas ICMI Tegaskan Pentingnya Penguatan Nasionalisme

Penguatan nasionalisme melalui pembinaan Pancasila.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie bersama Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Rektor UNP Ganefri melaksanakan penanaman pohon di depan Auditorium UNP usai penutupan Silaknas ICMI ke 29, Ahad (8/12).
Foto: Republika/Febrian Fachri
Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie bersama Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Rektor UNP Ganefri melaksanakan penanaman pohon di depan Auditorium UNP usai penutupan Silaknas ICMI ke 29, Ahad (8/12).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG— Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) menyerukan kaum cendekiawan di Tanah Air untuk memperkuat komitmen kebangsaan dengan meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

"Untuk membangun SDM yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 perlu dilakukan penguatan nasionalisme," kata Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie, di Padang, Ahad, usai penutupan Silaknas ICMI 2019.

Baca Juga

Menurut Jimly, SDM yang unggul memiliki ciri kuat dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, bagus dari sisi keimanan dan ketakwaan, kerja produktif, terorganisasi, dan berkebudayaan nusantara. "Salah satu rekomendasi ICMI untuk memperkuat komitmen kebangsaan adalah penguatan ide pembinaan ideologi Pancasila," kata dia.

Pada sisi lain, dia menyampaikan untuk memperkuat kesadaran nasional ICMI bersama pemerintah dan semua pihak akan membangun hubungan kemitraan dalam rangka memperkuat nasionalisme dan bela negara. "Ini komitmen ICMI agar tidak ada lagi salah paham dalam berbangsa dan bernegara karena NKRI sudah final," kata dia pula.

Dia menyampaikan upaya itu harus terus dikembangkan dan menjadi tugas kaum intelektual untuk menyuburkan nasionalisme.

ICMI bertekad memperkuat kesadaran kebangsaan dengan cara memperkuat sumber daya manusia unggul untuk mempersiapkan diri menyongsong Indonesia Emas pada 2045. "Pada kurun waktu 26 tahun jelang 100 Indonesia tahun merdeka harus lahir SDM unggul, dan itu menjadi tugas para cendekiawan," kata dia lagi.

Sejalan dengan itu, Ketua Dewan Pakar ICMI, Zulkifli Hasan, menyampaikan sebagai organisasi yang berisi para cendekiawan ICMI harus mengambil peran lebih strategis dan tidak cukup hanya berteriak-teriak saja karena akan kalah dengan ormas yang begitu banyak.

ICMI bisa mengambil peran strategis dengan membuat konsep Undang-Undang Kekayaan Negara, Sumber Daya Alam, Kehidupan Beragama, karena jauh lebih efektif ketimbang berteriak di luar.  

 

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement