Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Cara Mulia Masjid Akrom Joma Kanada Penuhi Hak Difabel

Selasa 03 Dec 2019 20:02 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Nashih Nashrullah

Tongkat untuk difabel. Ilustrasi

Tongkat untuk difabel. Ilustrasi

Foto: Reuters
Masjid Akrom Joma menekankan penghormatan difabel dalam khutbahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, KANADA – Masjid Akram Joma di Calgary berupaya memperbaiki cara orang-orang difabel dilihat dan diperlakukan di komunitas Muslim. Masjid juga ingin meningkatkan aksesibilitas demi menyambut lebih banyak jamaah penyandang disabilitas.

Baca Juga

Wakil Ketua Akram Jomaa, Nada Merhi, mengatakan pihaknya ingin membuat orang berbicara lebih banyak tentang cacat fisik dan mental, mengubah narasi dan menantang kesalahpahaman di sekitar umat Islam terkait orang dengan kebutuhan khusus dan keluarga mereka.

Merhi memasukkan topik soal difabel dalam khutbah untuk pertama kalinya pekan lalu. Lembaga ini juga telah bekerja untuk memenuhi program sertifikasi Masjid yang disusun  Muhsen. 

Muhsen ialah organisasi nirlaba AS yang mengadvokasi Muslim dengan difabel dan mendorong masjid agar lebih inklusif. "Ini tentang penerimaan dan pemahaman, membangun komunitas yang lebih inklusif," kata Merhi dilansir dari CBC, Selasa (3/12).

"Aku ingin memastikan tidak ada keluarga yang tertinggal atau tidak ada individu yang tertinggal. Kami secara kolektif bertanggung jawab satu sama lain," tambahnya.

Merhi mengatakan sudah saatnya Masjid berbicara tentang Muslim dengan kebutuhan khusus dan bagaimana Masjid tersebut dapat lebih ramah kepada semua orang. 

Sebab masyarakat dianggap mengaitkan difabel dengan rasa malu dan bahkan hukuman. Di beberapa negara di dunia Arab, Afrika, dan Asia Selatan, difabel masih merupakan hal yang tabu, dengan warga yang cacat difabel dari banyak aspek kehidupan dan diasingkan. 

"Saya pikir mereka merasa seperti tidak diterima atau difabel. Di setiap komunitas ada stigma yang diproduksi secara budaya yang harus kita lalui," tutur Merhi.

Selain mengubah sikap seputar kondisi dari Autism Spectrum Disorder hingga Cerebral Palsy, Merhi juga memiliki daftar seputar aksesibilitas, termasuk peningkatan akses kursi roda, akses lift, pendidikan, program, dan dukungan serta penjangkauan yang lebih baik untuk individu dan keluarga. Masjid memiliki meja informasi dengan literatur dan selebaran terkait difabel. Merhi mengatakan misinya meningkatkan inklusivitas.

"Saya ingin memahami apa yang mereka butuhkan dari kami dan apa yang mereka inginkan dari kami dan bagaimana kami dapat mendukung mereka," kata Merhi.

Perubahan di Akram Jomaa akan menjadi bagian dari upaya kolektif yang lebih luas oleh organisasi-organisasi Muslim di seluruh kota yang melibatkan masjid-masjid lain. 

 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA