Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Uzbekistan Bangun Pusat Peradaban Islam

Jumat 22 Nov 2019 00:10 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Agung Sasongko

Pengunjung melihat peta tempat asal ulama Uzbekistan yang saat pameran foto Uzbekistan di Gedung Bayt Al-Quran TMII, Jakarta, Jumat (8/2).

Pengunjung melihat peta tempat asal ulama Uzbekistan yang saat pameran foto Uzbekistan di Gedung Bayt Al-Quran TMII, Jakarta, Jumat (8/2).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pembangunan pusat peradaban Islam ini diperkirakan akan rampung pada 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, TASHKENT -- Pemerintah Uzbekistan tengah membangun sebuah Pusat Peradaban Islam di dekat Kompleks Arsitektur Khazrati Imam di Tashkent, ibukota Uzbekistan. Kompleks arsitektur ini kerap menarik pengunjung dari seluruh dunia, karena Madrasah Muyi MUbarak di sana menyimpan Alquran Samarkand Kufic (Alquran khalifah Utsman), yang diyakini sebagai manuskrip tertua dari Alquran dan diwarnai dengan darah Utsman. Pembangunan pusat peradaban Islam ini diperkirakan akan rampung pada 2022.

Pada Rabu (20/11), Presiden Shavkat Mirziyoyev mengunjungi Pusat Peradaban Islam Uzbekistan. Dalam kunjungannya itu, ia mengatakan bahwa kompleks yang didirikan atas prakarsa Kepala Negara itu akan menjadi perwujudan dari warisan besar rakyat negara di Asia Tengah tersebut, dan kontribusi mereka yang besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

"Pusat ini akan melayani rakyat kita selama berabad-abad, masing-masing polanya akan menjadi bagian dari sejarah. Oleh karena itu, desainnya, konten harus dipikirkan secara menyeluruh baik dari sudut pandang Islam dan ilmiah. Penting untuk menciptakan tidak hanya lingkungan yang nyaman untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga suasana yang akan menggairahkan hati," kata sang presiden, dilansir di Uzbekistan National News Agency, Kamis (21/11).

Pada kunjungan sebelumnya, Mirziyoyev mengatakan bahwa Pusat Peradaban Islam itu akan menampilkan gagasan lengkap tentang sejarah, yang diperkaya secara spiritual, tentang warisan dari Uzbekistan. Termasuk, ilmuwan-ilmuwan besar yang lahir dari negara bekas Uni Soviet tersebut.

Pusat ini dibangun di atas lahan seluas hampir dua hektar. Bangunan megah berlantai tiga itu didirikan dengan jantung bangunan yang simetris, sebuah kubah besar bergaya oriental, dan portal dengan masing-masing setinggi 34 meter di empat sisi.

Sesuai dengan resolusi Presiden Republik Uzbekistan 23 Juni 2017, konsep ilmiah dan sejarah dikembangkan untuk menekankan bahwa Uzbekistan selama berabad-abad telah menjadi bagian integral dari peradaban dunia dan salah satu pusat kebudayaan Islam. Pusat ini akan terdiri dari akademi, perpustakaan, arsip naskah dan fasilitas pertemuan.

Di lantai dasar bangunan, akan ada fasilitas gudang museum, ruang penyimpanan dan restorasi naskah dan benda-benda kuno, serta sebuah percetakan dan toko buku. Sementara lantai kedua akan memiliki serambi besar dengan Alquran Utsman di letakkan di tengah. Lantai ini juga akan menampung Museum Seni Islam dan ruang konferensi dengan kapasitas 435 kursi.

Selain itu, untuk setiap periode akan diselenggarakan pameran tematik sumber-sumber sejarah dan pameran tentang kepribadian yang luar biasa dalam sejarah Uzbekistan. Selanjutnya, perpustakaan di pusat ini akan diperkaya hingga 100 ribu manuskrip. Adapula pusat informasi dan sumber daya, departemen ilmiah, dan bagian administrasi yang akan berlokasi di lantai tiga.

Pengunjung yang datang ke Pusat Peradaban Islam ini akan dapat meneliti karya di berbagai bidang, seperti agama, budaya, dan ilmu pengetahuan yang diproduksi oleh para cendekiawan besar yang terkenal dari Uzbekistan. Misalnya, karya Imam Muhammad al-Bukhari, Imam al-Tirmidzi, Ulugh Beg, Al-Biruni dan Al-Khorezmiy.

Sebagaimana dicatat oleh sang presiden, Pusat Peradaban Islam akan menjadi dasar fundamental bagi lembaga ilmiah. Para pakar dalam dan luar negeri akan terlibat dalam penelitian ilmiah, ensiklopedia, koleksi ilmu pengetahuan populer yang akan diterbitkan berdasarkan hasil kegiatan mereka. Sementara itu, program televisi, film, dan bahan lainnya akan disiapkan.

Ia juga mengatakan, kompleks ini akan menjadi tempat memperkuat pengetahuan bagi para guru dan siswa Akademi Islam Internasional Uzbekistan. Ke depan, pusat itu akan menjadi tempat untuk menyelenggarakan konferensi internasional dengan partisipasi dari para tokoh agama, cendekiawan Islam dan sejarawan dari seluruh dunia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA