REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rasulullah SAW adalah sosok yang sangat rendah hati, meski beliau ada sosok pemimpin agung.
Berikut ini sejumlah contoh ketawaduan Rasulullah SAW baik selama berada di rumah ataupun ketika berada di luar sebagai pemimpin.
Pertama, dalam Kitab Ihya’ 'Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali, dijelaskan Rasulullah SAW adalah orang yang paling tawaduk (rendah hati) di tengah tingginya kedudukan beliau.
Ibn Amir meriwayatkan, "Aku melihat beliau melempar Jumrah di atas unta abu-abu tanpa ada tindakan memukul orang, mengusir, ataupun ucapan 'Awas, beri jalan!'"
Beliau juga biasa menunggangi keledai yang beralaskan pelana kasar berbahan wol, dan tak segan untuk berboncengan di atasnya.
Beliau senantiasa menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan seorang budak, memperbaiki terompahnya (sandal) sendiri, serta menambal pakaiannya. Di rumah, beliau turut membantu pekerjaan keluarganya.
Para sahabat tidak berdiri menyambut saat beliau datang karena tahu betul betapa beliau tidak menyukai hal itu.
Jika melewati anak-anak, beliau senantiasa mengucapkan salam kepada mereka. Pernah suatu ketika seorang pria dihadapkan kepada beliau, lalu pria itu gemetar karena merasa segan dan takut. Beliau pun bersabda: