Senin 18 Nov 2019 16:46 WIB

Nasyiatul: Muhammadiyah Terus Beri Kontribusi untuk Bangsa

Muhammadiyah memperingati 107 Tahun pada 18 November.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agung Sasongko
Peletakan Batu Pertama Menara SM. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sambutan sebelum peletakan batu pertama pembangunan Menara Suara Muhammadiyah (SM) di Yogyakarta, Ahad (17/11).
Foto: Republika/ Wihdan
Peletakan Batu Pertama Menara SM. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan sambutan sebelum peletakan batu pertama pembangunan Menara Suara Muhammadiyah (SM) di Yogyakarta, Ahad (17/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini mengatakan, tema milad ke-107 Muhmmadiyah ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tema ini, kata dia sesuai dengan visi Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang fokus membentuk masyarakat madani. 

“Muhammadiyah adalah ormas Islam yang berdiri sejak 1912, memiliki visi membentuk masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, dengan semangat surat Al Ma'un. Dimana proses interaksi sosial adalah salah satu perwujudan tauhid,” kata Diyah saat dihubungi Republika, Ahad (17/11).

“Sehingga mengentaskan persoalan sosial di tengah masyarakat Indonesia selalu menjadi semangat Muhammadiyah untuk berkontribusi dalam kehidupan berbangsa,” sambungnya. 

Menurut Diyah, sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah membangun pendidikan bagi rakyat Indonesia, dengan cara membangun sekolah untuk kaum pribumi agar tetap dapat menikmati kesempatan belajar. KH Ahmad Dahlan, sang pendiri Muhammadiyah, juga menjadi salah satu tokoh pendidikan yang disegani hingga saat ini.

Saat ini, Muhammadiyah memiliki 176 Perguruan Tinggi, 35.000 Sekolah dari SD, SMP, SMA/K, dan 20.000 Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal. Muhammadiyah juga telah memiliki banyak perguruan tinggi dan amal usaha pendidikan lainnya, bukan hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. 

“Bagi Muhammadiyah capaian tertinggi bukan pada hitungan kuantitas, tetapi ketika berhasil mencerdaskan, dan menciptakan masyarakat yang berkualitas,” kata Diyah.

Tak hanya fokus dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah juga turut mendukung pengembangan kesehatan bangsa, dengan membangun lebih dari 300 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain rumah sakit, Muhammadiyah juga membangun panti asuhan, lembaga bantuan hukum dan layanan jasa lainnya. 

“Muhammadiyah bisa memberikan kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan ketika negara tidak bisa hadir, dan itu merupakan salah satu capaian terbesar Muhammadiyah,” ujar Diyah. 

Di usianya ke-107, Muhammadiyah akan terus berupaya untuk menciptakan program yang lebih baik lagi, agar lebih banyak masyarakat dan generasi muda yang tercerdaskan dan terbantu kehidupannya, kata Diyah. 

“Harapan Muhammadiyah hanya satu, ketika masyarakat Indonesia dan dunia bisa merasakan kehadiran dan kontribusi Muhammadiyah dalam berbagai sendi kehidupan,” pungkasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement