Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Gim Nabi Muhammad SAW, Persis: Bisa Jadi Penghinaan

Rabu 13 Nov 2019 23:35 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Muhammad (Kaligrafi)

Muhammad (Kaligrafi)

Foto: Wikipedia
Gim bisa menjadi penghinaan jika dimaksudkan menistakan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Membuat gim sebagai permainan seperti untuk mengasah kemampuan otak atau menguji keterampilan hukumnya mubah.

Baca Juga

Adapun jika gim tersebut memunculkan tentang Nabi Muhammad sebagai permainan untuk meningkatkan pengetahuan akan pengenalan terhadap kehidupan Nabi dan ajarannya, hukumnya mubah.

Namun menurut Ketua Bidang Tarbiyyah Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Irfan Safrudin, lain halnya jika sosok Nabi Muhammad saw justru dijadikan sebagai objek permainan atau guyonan.

"Akan tetapi, jika gim tersebut hanya untuk objek permainan dan mengejar materi saja, itu  bisa dikatakan sebuah penghinaan. Masuk ke ranah penghinaan agama," kata Irfan, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Rabu (13/11). 

Dalam permainan itu sendiri, menurutnya, harus dihindari dari bentuk mempermainkan agama, mengolok-olok seorang tokoh, atau menyinggung ras, suku dan kehormatan budaya dan adat.  

Menanggapi adanya aplikasi permainan yang memunculkan tentang sosok Nabi Muhammad SAW yang diduga dilakukan oleh warga Garut, Irfan menekankan agar polisi menyelidiki kasus tersebut. 

Sementara itu, dia juga mengimbau agar umat Islam tetap tenang dan bisa menyampaikan masalah seperti demikian kepada pihak berwajib, kalau pun itu disinyalir ada unsur penistaan agama. 

Di samping itu, dia juga mengimbau agar masyarakat tidak menonton atau memainkan aplikasi permainan semacam itu. "Bagi tokoh-tokoh umat Islam di Garut sebaiknya pembuat gim tersebut dipanggil dan dibina," tambahnya.

Sebelumnya dilaporkan, lelaki berinisial IG (38 tahun) ditangkap polisi lantaran diduga membuat aplikasi permainan tentang Nabi Muhammad SAW. Pria tersebut merupakan warga Desa Suci, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Ia ditangkap polisi pada Sabtu (9/11) lalu. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA