Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Dompet Dhuafa: Digitalisasi Zakat Bantu Operasional Zakat

Jumat 08 Nov 2019 16:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa

Foto: Republika/Musiron
Sejak 2004, Dompet Dhuafa melakukan digitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA —Managing Director DD Tekno (Bagian dari Dompet Dhuafa), Prima Hadi Putra turut berbagi pengalaman mengenai digitalisasi zakat Dompet Dhuafa dalam konferensi World Zakat Forum 2019 kepada para pegiat zakat di Bandung.

Ia mengatakan, Dompet Dhuafa memulai dari 2004 proses digitalisasi. Hingga kini proses tersebut masih terus berjalan, LAZ ini juga telah menghasilkan produk digital, salah satunya platform layanan digital Mumu (Membangun Ummat Menguatkan Ukhuwah), yang memudahkan masyarakat untuk melakukan donasi.

Prima mengatakan, bagi lembaga zakat seperti Dompet Dhuafa, dan yang tergabung dalam WZF mereka memiliki dana yang terbatas untuk operasional. Untuk itu mereka harus dapat mengambil langkah yang tepat, agar digitalisasi zakat tidak sampai menelan biaya tinggi, dan mengorbankan dana yang akan diserahkan kepada mustahik. 

Digitalisasi zakat, yang disebut sebagai agenda transformasi digital, merupakan upaya menyeluruh lembaga untuk mengadopsi teknologi terbaru yang mendukung aktivitas perzakatan. Digitalisasi dapat membantu proses operasi, bisnis dari proses penghimpunan, pencatatan dan penyaluran zakat. 

"Berharap dengan adanya WZF organisasi pengelola zakat menjadi lebih efisien, melayani lebih banyak permasalahan kemiskinan. Karena ini nyata, banyak yang berada dalam kondisi ini yang sebagian besar islam, dan Lembaga atau pengelola ini lah yang dapat menyelesaikannya," ucap Prima Hadi.

Di samping itu, perwakilan Lembaga Zakat asal Afrika Selatan, South African National Zakah Fund (Sanzaf) turut hadir dan memberikan presentasi di konferensi WZF. CEO Sanzaf, Yasmina Francke mengaku senang dapat ikut serta dalam kegiatan konferensi WZF tahun ini.

"Saya berharap forum ini dapat menjadi lebih kuat, dan diakui forum internasional lintas dunia. Saya juga ingin Forum Zakat Dunia ini memiliki standar yang dapat diikuti oleh setiap negara yang memiliki organisasi zakat," kata Yasmina.

Ia mengatakan, secara global dana zakat yang dihimpun dapat mencapai 300 hingga 200 miliar dolar Amerika Serikat. Namun saat ini masih banyak masyarakat muslim yang hidup dalam kemiskinan. Untuk itu melalui forum ini diharapkan zakat dapat lebih dioptimalkan lagi, secara bersama-sama.

"Saya pikir Word Zakat Forum, platform dan fasilitator yang baik bagi kita untuk mencapainya, insyaallah," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA