Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Baznas Buka Sekolah Tani Organik di Sukabumi

Rabu 30 Oct 2019 20:13 WIB

Rep: Rossi Handayani / Red: Dwi Murdaningsih

Petani sedang menggarap lahan (ilustrasi).

Petani sedang menggarap lahan (ilustrasi).

Foto: kementan
Penerima manfaat diajarkan cara bertani ramah lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) resmi membuka Sekolah Tani Organik di Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Sukabumi baru-baru ini. Sekolah Tani organik merupakan kegiatan pelatihan selama tiga bulan bagi para peternak penerima manfaat dari Program Lumbung Pangan yang telah dilaksanakan di lima titik di Provinsi Jawa Barat, dan Papua.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas, Irfan Syauqi Beik mengatakan masyarakat  antusias mengikuti kegiatan pertanian organik yang telah dirintis oleh Baznas sejak November 2018 lalu. Terbukti dengan semakin meningkatnya permintaan dari masyarakat kepada Baznas untuk rutin menggelar program serupa.

"Kegiatan sekolah tani ramah lingkungan yang digagas Baznas ini mengajarkan cara bertani organik dengan biaya produksi rendah. Untuk itu Baznas berkomitmen untuk meningkatkan pengembangan program Lumbung Pangan di desa Cibatu dengan menggelar sekolah tani organik bagi petani binaan baru," kata Irfan dalam keterangan tertulisnya kepada Republika.co.id.

Bukan hanya pendidikan teori di dalam seminar, sebanyak 43 peserta Sekolah Tani Organik juga akan langsung praktik di lapangan. Pemberian pelatihan materi melalui seminar diberikan oleh tenaga ahli organik.

Selain itu, untuk lebih mempermudah pemahaman, para penerima manfaat ini juga diberikan modul pembelajaran yang disusun ke dalam buku panduan teknis. Usai menerima pelatihan materi melalui seminar, kemudian dilanjutkan dengan melakukan praktik dilapangan yang dibimbing langsung oleh tenaga ahli.

Irfan berharap dengan adanya sekolah tani, menjadi salah satu solusi bagi masyarakat petani yang kekurangan modal usaha dengan memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada di sekitar.

"Kegiatan ini dapat menjadi suatu pondasi bersama untuk membangun desa Cibatu menjadi kampung organik yang memiliki daya tarik usaha dan pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Kepala Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik, Ajat Sudarjat mengatakan, melalui kegiatan sekolah tani ini diharapkan petani dapat memahami konsep pertanian organik dan dapat mengaplikasikan pertanian organik ini pada lahan pertanian mereka.

"Sehingga ke depan akan terwujud pertanian berkelanjutan yang lebih murah dan terjangkau, sekaligus sehat bagi ekosistem pertanian," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya saat pembukaan, Sekretaris Kecamatan Cikembar, Pepen Suhendi menyampaikan Program Sekolah Tani Organik Baznas ini perlahan mengubah pola pertanian di daerahnya, yang sebelumnya konvensional menjadi organik berdampak pada lingkungan yang kini jauh lebih bersih, sehat, dan sumber daya alam sekitar mampu dimanfaatkan secara maksimal.

"Cibatu memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung untuk memaksimalkan pertanian organik. Program ini dapat diarahkan sebagai usaha dan dapat menjadi nilai lebih dalam memajukan desa. Kita harus berani tampil baik dan tampil beda dalam memajukan desa menjadi lebih baik dan prosesnya dilakukan secara berkesinambungan," ucap Pepen.

Untuk mengefektifkan kegiatan pembelajaran, Baznas akan terus memastikan para tenaga ahli bersama para pendamping melakukan asistensi secara intensif dengan para penerima manfaat. Melalui hal tersebut, diharapkan petani binaan dapat memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA