Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rumah Zakat Perluas Gelombang Wakaf ke Yogyakarta

Ahad 03 Nov 2019 17:25 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

 Road Show Gerakan Gelombang Wakaf yang digelar Rumah Zakat di Hotel Tjokro Style Yogyakarta.

Road Show Gerakan Gelombang Wakaf yang digelar Rumah Zakat di Hotel Tjokro Style Yogyakarta.

Foto: Dokumen.
Hasil-hasil dari wakaf produktif itu harus bisa menyejahterakan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID,  SLEMAN -- Konsistensi Rumah Zakat menebarkan kebaikan melalui Gerakan Gelombang Wakaf terus dilaksanakan. Kali ini, DI Yogyakarta dipilih menjadi tempat dilangsungkannya Road Show Gelombang Wakaf.

Agenda itu menghadirkan tiga pembicara. Ada CEO Rumah Zakat, Nur Efendi, pakar parenting Fauzil Adhim, dan Direktur RS UII, dr Widodo, yang membagikan pandangan tentang wakaf-wakaf di dunia kesehatan.

Dalam paparannya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi mengungkapkan, Gerakan Gelombang Wakaf dilatarbelakangi minimnya edukasi masyarakat tentang wakaf. Tidak cuma di daerah-daerah, tapi masih minim di Indonesia.

"Ditambah, saat ini, sebagian masyarakat hanya mengenal wakaf dalam bentuk harta tidak bergerak saja yang identik dengan wakaf tanah dan bangunan," kata Nur, di Hotel Tjokro Style, Sabtu (2/11).

Ia menerangkan, sesuai aturan wakaf bisa berbentuk uang, emas, mobil dan barang lain yang bisa digunakan untuk kepentingan sosial. Bahkan, bila wakaf dikelola dengan baik lembaga-lembaga wakaf.

Tapi, Nur menekankan, hasil-hasil dari wakaf produktif itu harus bisa menyejahterakan masyarakat. Karenanya, ia menjelaskan, itu dijadikan salah satu fokus Gerakan Gelombang Wakaf. "Memberikan edukasi dan keterlibatan masyarakat terhadap program-program wakaf," ujar Nur.

Dalam bidang wakaf, Rumah Zakat juga telah menggandeng Bank Syariah Mandiri melalui platform Jadiberkah.id. Ini bertujuan memudahkan transaksi wakaf baik bagi pemberi maupun penerima.

Selain itu, Rumah Zakat mengajak masyarakat menunaikan wakaf melalui Sekolah Juara. Itu merupakan sekolah gratis yang diperuntukan untuk  anak-anak yatim dan kurang mampu binaan Rumah Zakat.

Sedangkan, pakar parenting Fauzil Adzim mengajak masyarakat bersama-sama menciptakan sebuah amal ibadah. Salah satunya lewat wakaf untuk mengekalkan kebaikan yang akan mengalirkan pahala bagi muwakif.

"Segala amal baik yang dilakukan tiap orang tua contohkan ke anak-anaknya agar terdidik jadi pribadi yang suka berbagi dengan sesama," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA