Senin 21 Oct 2019 22:15 WIB

Tuntunan Memulai Sesuatu dari Kanan

Rasulullah SAW telah memberikan tuntutan kepada umatnya

Rep: Andrian Saputra/ Red: Agung Sasongko
Umat Islam
Umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Rasulullah SAW telah memberikan tuntunan kepada umatnya tentang berbagai hal dalam kehidupan. Salah satu diantaranya yakni memulai segala sesuatu perbuatan yang baik dari sebelah kanan.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Qur'aniyyah Majalengka, Ustaz Yuyud Aspiyudin menjelaskan bahwa umat muslim dianjurkan untuk memulai segala hal yang baik dengan mengawalinya dari sebelah kanan.

“Untuk perkara yang baik-baik hendaklah mendahulukan yang kanan, berbeda ketika melepas sesuatu atau memulai sesuatu yang jelek maka hendaknya dimulai dari sebelah kiri. Ini diantara adab yang diajarkan dalam agama kita, agama Islam,” kata Ustaz Yuyud kepada Republika,co.id pada Senin (21/10).

Tentang anjuran memulai segala sesuatu perbuatan yang baik berawal dari kanan terdapat dalam hadits nabi SAW yang di riwayatkan Anas bin Malik.  Dalam hadits itu dijelaskan Rasul diberi minum susu campur air, sementara di sebelah kanan beliau ada seorang Badui dan di sebelah kiri beliau ada Abu Bakar. Maka beliau minum dan memberikan sisanya kepada orang Badui itu. Beliau bersabda hendaknya dimulai dari sebelah kanan dulu dan seterusnya.

Selain itu terdapat juga dalam hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar r.a. bahwa Rasulullah bersabda jika seseorang di antara kalian makan, maka hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya juga.

Menurut Ustaz Yuyud tentang kaidah mendahulukan segala perbuatannya dari kanan juga disebutkan oleh Imam Nawawi. Di mana mendahulukan pada yang kanan itu saat melakukan perbuatan yang mulia seperti menggunakan pakaian, masuk masjid, bersiwak, bercekak, memotong kuku, memendekkan kumis serta menyisir rambut.

Selain itu juga mencabut bulu ketiak, mencukur rambut, memberi salam dalam shalat, mencuci anggota wudhu,  makan, minum, bersalaman, mengusap Hajar Aswad atau perkara semisal hal itu maka disunahkan mendahulukan dengan kanan.

Sedangkan kebalikan dari hal di atas seperti masuk kamar mandi, keluar dari masjid, membuang ingus, istinja’, melepas baju, celana dan sepatu, dan semisal itu disunnahkan mendahulukan yang kiri. Hal ini karena mulianya bagian kanan dari yang kiri.

“Para ulama pun sepakat bahwa mendahulukan yang kanan dari yang kiri ketika membasuh tangan dan kaki saat wudhu adalah sunnah. Jika seseorang luput dari mendahulukan yang kanan, maka ia luput dari keutamaan, namun wudhunya tetap sah,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement