Senin 02 Feb 2026 12:08 WIB

Derry Sulaiman: Dulu Nabi Muhammad Tolak Emas Sebesar Gunung Uhud, Sekarang Tambang Digali

Harusnya umat Islam mampu menahan diri dari kerasukan kekayaan alam.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
Yayasan Askar Kauny (YAK) bersama Gelora Energi Wakaf (GEW) menggandeng Ustaz Derry Sulaiman akan mencetak rekor MURI melukis tercepat dan terbesar 100 Lukisan Asmaul Husna selama 6 jam, pada Sabtu 18 Juli nanti. Acara
Foto: istimewa
Yayasan Askar Kauny (YAK) bersama Gelora Energi Wakaf (GEW) menggandeng Ustaz Derry Sulaiman akan mencetak rekor MURI melukis tercepat dan terbesar 100 Lukisan Asmaul Husna selama 6 jam, pada Sabtu 18 Juli nanti. Acara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --  Pendakwah Ustadz Derry Sulaiman menyinggung ironi sikap manusia modern terhadap kekayaan alam dengan mengangkat kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW yang menolak tawaran emas Gunung Uhud. Hal ini disampaikan Ustadz Derry dalam sebuah wawancara yang ditayangkan melalui akun Instagram miliknya, yang ramai diperbincangkan warganet.

Dalam tayangan tersebut, Ustadz Derry tampak berdialog dengan kecerdasan buatan (AI) terkait kisah Nabi Muhammad SAW yang pernah ditawari Malaikat Jibril untuk mengubah Gunung Uhud menjadi emas. Tawaran itu, menurut sejumlah riwayat, diberikan di tengah kesulitan hidup yang dialami Rasulullah.

Baca Juga

“Pernah enggak, kamu tahu cerita tentang Nabi Muhammad SAW ketika ditawarkan Malaikat Jibril SAW untuk mendapatkan Gunung Uhud menjadi emas, tambang emas, lalu ditolak?” tanya Ustadz Derry kepada AI dalam video tersebut.

AI kemudian menjelaskan bahwa kisah tersebut dikenal dalam beberapa riwayat. Nabi Muhammad SAW menolak tawaran itu karena memilih jalan kesabaran dan ketabahan, serta lebih mengutamakan kepentingan umat dan mengharapkan rahmat Allah SWT daripada kekayaan duniawi.

Menanggapi penjelasan tersebut, Ustadz Derry pun menekankan pesan moral yang relevan dengan kondisi saat ini. Ia menyebut, jika emas sebesar Gunung Uhud saja ditolak oleh Nabi Muhammad SAW, maka seharusnya umat Islam mampu menahan diri dari kerakusan terhadap kekayaan alam.

“Berarti sebetulnya gitu, Pak. Ketika orang beriman ditawarkan emas, apalagi cuma tambang batu bara ya, ini emas lho. Menolak Pak, kalau mau ikut Nabi Muhammad,” ujar Ustadz Derry.

Ia kemudian menyampaikan kritik tajam terhadap praktik eksploitasi sumber daya alam yang kian masif. “Nabi Muhammad saja menolak, tapi sekarang, tambang digali-gali,” ucapnya.

 

photo
Suasana di kaki Gunung Uhud, Madinah, Rabu (12/9). Rekahan tak jauh dari kaki gunung itu disebut sebagai tempat berlindung Rasulullah saat pasukan Muslim terdesak pada Perang Uhud. - (Republika/Fitriyan Zamzami)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement