Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Kejahatan Rasial Meningkat, Anjing pun Dilatih Serang Muslim

Jumat 18 Oct 2019 13:36 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan / Red: Nashih Nashrullah

 Anjing Malinois Belgia

Anjing Malinois Belgia

Foto: EPA/Kim Ludbrook
Kejahatan rasial menimpa minoritas seperti Muslim dan Yahudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kejahatan rasial di Inggris dan Wales akhir-akhir ini meningkat 10 persen dari periode 2017-2018 dan 2018-2019. Lebih parah, anjing juga kini mulai dilatih untuk menyerang Muslim, baik itu wanita ataupun anak-anak yang disiarkan melalui media sosial.

Baca Juga

Sebagian besar insiden tersebut memang terjadi, baik secara nasional maupun lokal. Masalah utamanya tentu terkait ras, di mana mayoritas keturunan Muslim dan Yahudi di wilayah tersebut menjadi sasaran yang paling mungkin mengalaminya.

Hingga kini, kepolisian di berbagai wilayah telah melaporkan adanya peningkatan kejahatan tersebut. Tercatat sekitar 4.148 insiden sebagai kejahatan rasial tahun lalu.

Kejahatan homofobik di kawasan ini telah meningkat lebih dari sepertiga, dengan peningkatan enam persen dalam kejahatan rasial di seluruh wilayah. Namun demikian, di beberapa wilayah ada peningkatan yang signifikan di mana, peningkatan 42 persen ada di Yorkshire Utara, 12 persen di Durham, 2 persen di Cleveland, dan 1 persen di Northumbria.

Anggota Dewan Darlington Sajna Ali, yang juga menjadi korban kejahatan rasial, mengatakan bahwa dia yakin, Brexit memiliki dampak signifikan terkait Islamofobia itu. Terlebih, kekuatan politik dari politisi seperti Donald Trump dan Nigel Farage juga diperkirakan telah membantu melegitimasi kebencian tersebut.

Dia mengatakan Brexit memberikan peran mengenai kebencian yang belum pernah dialami sebelumnya. Bahkan lebih jauh, dampak dari kebencian tersebut mulai mengenai pihaknya dan komunitas Muslim di Darlington.

Ali menuturkan, bahwa dia telah menerima laporan tentang anak-anak yang menjadi sasaran dalam serangan rasis yang disiarkan di YouTube. Selain itu pemberitaan tentang wanita yang mengenakan jilbab dan diludahi karena status sebagai Muslim, dianggap sudah keterlaluan.

Dia juga menggambarkan insiden yang dialami sendiri anak-anaknya, di mana mereka merasakan ketakutan setelah seekor anjing sengaja didekatkan. “Saya bersama anak perempuan saya ketika seorang pria memerintahkan anjingnya untuk menyerang dan membunuh kaum Muslim," Kata dia.

Dia menegaskan, hal tersebut sangat menakutkan, terlebih bagi anak perempuannya yang ketakutan. Anjing tersebut sengaja dilatih untuk menyerang orang-orang sepertinya yang menganut kepercayaan minoritas. "Dan jika bukan karena sebuah mobil yang datang dengan kecepatan tinggi ke arah kami hingga mengalihkan perhatiannya, serangan itu pasti terjadi," kata dia. 

Perbaikan dalam pencatatan kejahatan berkembang besar dalam masalah ini. Hal tersebut juga diyakini berkontribusi besar pada tren nasional jangka panjang. Lebih lanjut sebuah laporan pemerintah mengatakan bahwa ada kenaikan kekerasan menyusul referendum Uni Eropa pada 2016 dan serangan teroris pada 2017 lalu.

Dilansir dari thenorthernecho, kekerasan atau ujaran kebencian di North East selama kurun waktu 2018-2019 didominasi ras dengan jumlah sebanyak 3.068. Selain itu, orientasi seksual menduduki urutan ke dua dengan jumlah 633. Lebih lanjut bagi angka bagi para disabilitas sendiri cukup tinggi dengan jumlah 427 disusul dengan latar belakang agama dengan jumlah 327.

Ali menambahkan, kejahatan terhadap rasial memiliki dampak yang besar. Oleh sebab itu, dia mendesak berbagai pihak untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalahan ini. "Korban bukan hanya statistik. Orang-orang harus bisa merasa aman ketika berjalan di jalanan," Tuturnya.

Menurut dia, peran serta kepolisian untuk melindungi warga dari kejahatan rasial sangat diperlukan. Hal tersebut juga sangat penting bagi kelompok-kelompok untuk bersatu dan bersama memberantasnya. "Anak-anak tidak dilahirkan dalam keadaan mengetahui ras atau agama, tetapi mereka diajarkan segalanya ketika datang ke dunia ini," kata dia.  

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA