Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Seperti Apakah Cara Rasulullah SAW Lakukan Rukuk Shalat?

Kamis 17 Okt 2019 04:00 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Shalat jamaah (ilustrasi)

Shalat jamaah (ilustrasi)

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Rasulullah SAW melakukan rukuk dengan tenang.

REPUBLIKA.CO.ID, Rasulullah SAW, dalam sebuah hadinya pernah bersabda agar umat Islam mengikuti tata cara beliau shalat. Tak terkecuali saat rukuk. 

Baca Juga

Bagaimanakah prosesi rukuk Rasulullah? Rukuk dilakukan seraya bertakbir dengan mengangkat kedua tangan sampai sejajar dengan kedua pundak atau telinga. Kepala diposisikan sejajar dengan punggung dan kedua tangan di kedua lutut dengan jemari merenggang. 

Dr Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qafthani dalam Ensiklopedia Shalat menjelaskan, Rasulullah SAW diam sejenak setelah selesai membaca ayat-ayat suci Alquran. 

Beliau diam dan menghela napas sehingga bacaan tidak bersambungan dengan rukuk. Namun, diamnya Rasulullah SAW berbeda dengan saat diam sebelum membaca al-Fatihah. Ketika itu, Nabi SAW membaca doa istiftah.

Posisi rukuk Nabi SAW benar-benar sempurna. Dari Wabi shah bin Ma'bad Ra, dia pernah menyaksikan Rasulullah SAW mengerjakan shalat. Jika rukuk, dia meluruskan punggungnya sehingga jika air dituangkan di atasnya akan tetap bertahan di atasnya karena sangat lurus. Abu Hamid as-Sa'idi menjelaskan, dia berkata kepada beberapa orang dari para sahabat Nabi.

Dia melihat beliau jika bertakbir mengangkat kedua tangannya sam pai sejajar dengan kedua pundaknya. Jika rukuk, dia menempatkan keduatangannya di kedua lututnya (dan merenggangkan jemarinya) kemudian beliau membungkukkan punggungnya. 

Dalam lafaz lainya disebutkan, "Kemudian rukuk dan meletakkan kedua tangannya di atas lututnya. Seakan-akan beliau meng genggam keduanya. Kemudian beliau membuat tangan beliau seperti busur panah. Lalu, kedua tangan itu merenggang (menjauh) dari kedua lambungnya (membentuk busur)." 

Nabi SAW tumakninah dalam rukuknya. Ini berdasarkan pada ungkapan Hudzaifah kepada se seorang yang tidak sempurna dalam rukuk dan sujud. Dia ber kata kepada orang itu. "Kamu belum shalat. Jika kamu mati, kamu mati dalam keadaan tidak fitrah yang (padanya) Allah menciptakan Muhammad." 

Rukuk memiliki bacaan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Beberapa bacaan rukuk yakni 'Subhaana Rabbiyal 'Azhimi' ("Mahasuci Rabbku yang Mahaagung"). Selain itu, al-Qahthani mengungkapkan, ada bacaan tambahan lain yang bisa dirapalkan seperti apa yang diriwayatkan Nabi SAW. 

"Subhanakallahumma Rob banaa wa bihamdikalla hum magh firli" artinya "Mahasuci Engkau, ya Allah, Rabb kami dan segala puji hanya bagi-Mu. Ya Allah, ampunilah aku." "Subbuhun quddusun robbul malaikati warruuh." artinya "Mahasuci, Mahakudus, Rabb para malaikat dan ruh. " 

"Allahumma laka roka'tu wa bika amantu walaka aslamtu anta robbi khasya'a sam'i wa ba shari wa mukkhi wa 'azhmi wa'as habi" artinya "Ya Allah, untuk-Mu aku rukuk, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu pula aku berserah diri, pendengaran, penglihatan, otak, tulang, dan uratku khusyu' (tunduk) kepada-Mu."

 

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA