Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Larang Keluarga Muslim, Perusahaan Kapal Feri Minta Maaf

Kamis 17 Oct 2019 22:42 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Islamofobia

Ilustrasi Islamofobia

Foto: Foto : MgRol_94
Perusahaan kapal feri di New York akhirnya meminta maaf.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK – Pekerja kapal feri Kota New York, Amerika Serikat, menolak untuk mengangkut tiga keluarga Muslim dengan alasan keamanan. Menurut keluhan diskriminasi yang diajukan pada Rabu (16/10), mereka mengatakan bahwa momen yang seharusnya menjadi musim panas yang menyenangkan itu menjadi salah satu hari terburuk dalam kehidupan anggota keluarga mereka.

Baca Juga

Dilansir di CBS News, Kamis (17/10), keluhan tersebut diajukan Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR). Menurut asosiasi ini, tiga keluarga Muslim itu mengambil feri dari Bay Ridge, Brooklyn, menuju Wall Street pada 21 September 2019 lalu tanpa masalah. Keluarga tersebut kemudian memutuskan untuk naik feri lain menuju dermaga di Brooklyn Bridge Park.

Namun, mereka ditolak naik feri tersebut dengan alasan keamanan. Keluarga awalnya diminta naik setelah penumpang lain karena mereka membawa kereta dorong ganda dan beberapa anak. 

Sementara dua wanita dalam kelompok keluarga Muslim ini mengenakan jilbab dan pakaian keagamaan tradisional, dan dengan dialek yang dianggap asing. 

Seorang pekerja feri awalnya menyetujui permintaan mereka. Namun, saat mereka hendak bersiap naik, dua karyawan feri berbincang kecil dan kemudian seorang pekerja feri mencegah keluarga tersebut untuk naik. Seorang pekerja feri diduga mengatakan agar mereka tidak bisa naik karena masalah keamanan.

Bahkan, pekerja feri itu berusaha menutup gerbang ketika anggota keluarga Muslim tersebut meminta penjelasan. Mereka mengatakan alasan keamanan sehingga tidak membiarkan keluarga itu naik feri. 

Sementara itu, pekerja feri lain diduga bersikap kasar, tidak profesional dan meninggikan suaranya, saat keluarga itu berusaha menanyakan alasan mereka ditolak naik.

Peristiwa itu terjadi di depan mata penumpang lain. Bahkan, banyak anak-anak dalam kelompok keluarga Muslim itu mulai menangis. Para pekerja feri kemudian mengatakan, bahwa keluarga itu tidak diizinkan naik karena dikhawatirkan anak-anak akan berdiri di kursi.

Namun, kelompok keluarga ini memandang alasan itu palsu dan merupakan perilaku diskriminatif. Menurut pengaduan tersebut, perusahaan NYC Ferry kemudian mengakui bahwa penjelasan tersebut keliru.

Setelah sekitar dua jam menunggu, keluarga-keluarga tersebut diizinkan untuk naik feri yang sama dengan yang mereka ambil dari Bay Ridge. Namun, mereka tidak pernah melakukan perjalanan ke Brooklyn Bridge Park.

NYC Ferry sendiri menyebut insiden itu sebagai bentuk kesalahpahaman dan menawarkan ganti rugi biaya. Namun, CAIR meminta ganti rugi untuk penghinaan, rasa malu, dan tekanan emosional yang mereka terima. 

CAIR juga meminta untuk mengambil tindakan hukuman untuk mencegah agar perilaku tercela itu tidak terulang di masa mendatang. Selain itu, mereka juga meminta adanya permintaan maaf dan penindakan disiplin untuk pekerja feri yang terlibat dalam insiden itu.

Sementara itu, Perusahaan Pengembangan Ekonomi New York, yang mengelola NYC Ferry, tidak langsung menanggapi permintaan komentar dari CBS News. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa mereka tengah menyelidiki insiden tersebut. 

Mereka menyatakan untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang ditolak menerima layanan feri karena alasan ras, warna kulit, kebangsaan, usia, agama, identitas gender atau disabilitas. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA