Kamis 17 Oct 2019 21:36 WIB

Rais Aam PBNU: Hormati dan Taati Pemimpin Terpilih

Momentum politik di Indonesia kini sudah berakhir setelah terpilihnya para pemimpin.

Rep: Muhyiddin/ Red: Ratna Puspita
[Ilustrasi] Pedagang merapikan poster Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin di salah satu kios figura di Kawasan Cicadas, Kota Bandung, Kamis (17/10).
Foto: Abdan Syakura_Republika
[Ilustrasi] Pedagang merapikan poster Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin di salah satu kios figura di Kawasan Cicadas, Kota Bandung, Kamis (17/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengatakan, momentum politik di Indonesia kini sudah berakhir setelah terpilihnya para pemimpin bangsa yang dilakukan secara demokratis. Karena itu, menurut dia, masyarakat Indonesia sudah selayaknya menghormati para pemimpin bangsa yang terpilih itu. 

"Presiden dan wakil presiden sudah terpilih. Ketua DPR, MPR, juga sudah terpilih. Kita sebagai umat sudah seharusnya menghormati dan mentati para pemimpin," ujar Kiai Miftah saat menyampaikan tausyiah dalam acara Istighotsah Kubro di Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (17/10) malam. 

Baca Juga

Istighosah bertajuk "Mengetuk Langit Menebar Damai" yang digelar Master C19 tersebut berlangsung dengan khidmat. Istighosah yang dihadiri puluhan kiai dan habaib serta ribuan santri itu diharapkan menjadi penyejuk suasana, khususnya menjelang pelantikan presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Puluhan kiai dan habaib tersebut dengan khusyuk memimpin jalannya istighosah. Para jamaah Istighosah mendoakan agar masyarakat selalu menciptakan kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.

Sebelum istighosah dimulai, tim hadrah sempat melantunkan salawat nabi. Ribuan jamaah pun terbuai dan mengikuti lantunan shalawat nabi yang dibawakan tim hadrah dari Kudus, Jawa Tengah tersebut. 

Ketua Dewan Pakar Master C19 sekaligus panitia acara Juri Ardiantoro mengatakan, menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden seperti sekarang ini suhu politik memang kembali mendidih dan berdampak di kalangan masyarakat luas. Karena itu, kata dia, sekarang dibutuhkan kegiatan yang menyejukkan bagi masyarakat. 

Di pun bersyukur istighosah kubro tersebut dapat terselenggara dengan lancar, sehingga masyarakat diharapkan bisa damai kedepannya untuk memajukan bangsa ini bersama. "Semoga istighosah ini bisa menjadi penyejuk kita semua dan bangsa Indonesia pada umumnya," kata Juri. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement