Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Rahasia Kemajuan Pesantren Husnul Khotimah

Rabu 16 Okt 2019 09:19 WIB

Red: Agung Sasongko

Outbound Tarbawi yang digelar Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan

Outbound Tarbawi yang digelar Pondok Pesantren Husnul Khotimah di Kuningan

Foto: Imam Nur Suharno/Kuningan
Kemajuan Ponpes Husnul Khotimah juga tak lepas dari keikhlasan para pendirinya.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN --- Pondok Pesantren Husnul Khotimah bisa dibilang sebagai pesantren modern yang memiliki santri terbanyak se-Kabupaten Kuningan. Saat ini total santrinya mencapai 4000 orang. Pembangunan pesantren Husnul Khotimah pun terus berkembang dengan pesat. Bahkan pesantren telah memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Syariah, Klinik santri, konveksi, hingga membuka cabang Husnul Khotimah II di Pancalang, Kuningan. 

Baca Juga

Menurut Kepala Humas Ponpes Husnul Khotimah, Ustaz Sanwani kemajuan Ponpes Husnul Khotimah tak lepas dari strategi perintis Ponpes Husnul Khotimah yang telah mencanangkan target pesantren dalam 50 tahun sejak berdirinya pesantren itu pada 2 Mei 1994. 

“Kiai Sahal Suhana itu sudah memberikan arahan strategis Husnul Khotimah 50 tahun yang akan datang, sekarang usia Husnul baru 25 tahun dan sedikit demi sedikit kita bangun Husnul,” kata Ustaz Sanwani saat berbincang dengan Republika,co.id pada Selasa (15/10). 

Menurut Sanwani sebagaimana strategi perintis Husnul Khotimah menargetkan pada 2045 pesantren sudah memiliki empat cabang. Saat ini yayasan telah mendirikan Husnul Khotimah II yang letaknya berada di Kecamatan Pancalang.

Pesantren pun menargetkan dapat mendirikan Rumah Sakit Umum yang dapat melayani masyarakat tidak mampu. Kedepannya jelas Sanwani, Yayasan pun berencana untuk mendirikan Universitas serta memiliki badan usaha yang dapat menopang ekonomi Husnul Khotimah agar lebih mandiri.

Menurut Sanwani disamping memilih perencanaan yang matang, kemajuan Ponpes Husnul Khotimah juga tak lepas dari keikhlasan para pendirinya. Sejak awal berdirinya, pesantren ini diwakafkan untuk umat. Sehingga menurut Sanwani siapapun dapat mengambil peran untuk memajukan pesantren Husnul Khotimah. 

“Husnul Khotimah tidak dibangun berdasarkan dinasti, pesantren sudah diwakafkan kepada umat maka yang berjalan disini adalah sistem. Mereka yang punya kemampuan akan menduduki manajemen di atas. Manajemen terbuka, jadi yang diutamakan adalah kemampuannya,” tutur Sanwani. 

Disamping itu, kemajuan pesantren juga tak lepas dari prestasi yang berhasil diraih oleh para santrinya. Berbagai kejuaraan baik sekala regional, nasional dan internasional pernah disabet para santri Ponpes Husnul Khotimah. Ternyatar, santri Ponpes Husnul Khotimah sukses meraih juara dalam Olimpiade Sains Nasional, selain itu juga meraih prestasi dalam Musabaqah Hifzul Quran tingkat Asean. 

Namun dibalik itu semua, menurut Sanwani terdapat peran besar para alumni ponpes Husnul Khotimah yang secara tidak langsung menybarkan citra positif pesantren melalui capaian-capaian yang ditorehkan pada alumninya. 

Saat ini alumni ponpes Husnul Khotimah tercatat sebanyak 4500 alumni. Banyak alumni Ponpes Husnul Khotimah yang telah berkiprah di masyarakat, selain itu banyak juga yang melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama baik dalam dan luar negeri. “Dengan melihat alumni, masyarakat tertarik dan mencari tahu lebih tentang Husnul Khotimah. Alumni itu seperti etalase berjalan,” katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA