Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Bertolak ke Kairo, TGB Terima Penghargaan Bergengsi Al-Azhar

Selasa 15 Oct 2019 22:13 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi berbicara dalam Dialog Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi berbicara dalam Dialog Kebangsaan di IPC Corporate University, Ciawi, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Penghargaan akan diserahkan langsung Grand Syekh al-Azhar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—  Ketua Organisasi Internasional Alumni al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, M Zainul Majdi (TGB), dijadwalkan akan bertolak ke Kairo, Mesir, pada Rabu, 16 Otober 2019. TGB terbang ke Kairo memenuhi undangan Pemimpin Tertinggi (Grand Syekh) al-Azhar, Prof Dr Ahmed Al-Tayeb.

Baca Juga

Keberangkatan TGB, begitu akrab disapa, untuk menerima penghargaan sebagai salah seorang tokoh alumni al-Azhar Mesir yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama (wasathiyyah Al-Islam), nilai-nilai kebangsaan (muwâthanah), dan nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai (ta‘âyusy silmiy) di Indonesia.

Sekjen Organisasi Internasional Alumni al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia, Muchlis M Hanafi, mengatakan keputusan Grand Syekh al-Azhar untuk memberi penghargaan kepada TGB itu dikeluarkan al-Azhar pada 10 Oktober 2019, dan surat pemberitahuan sekaligus undangan ke Kairo diterima TGB melalui OIAA Cabang Indonesia pada Ahad, 13 Oktober 2019. 

Muchlis menjelaskan, penghargaan dimaksud akan diserahkan langsung Ahmed al-Tayeb di Gedung Grand Shaikh, Kairo, pada Kamis (17/10) pukul 14.00 waktu setempat. Seremoni Penganugerahan akan dihadiri dan disaksikan pejabat tinggi al- Azhar. 

Pejabat tersebut antara lain Deputi Grand Sheikh Al-Azhar Prof Saleh Abbas, pengurus pusat The World Organization of Al-Azhar Graduates (WOAG) Kairo seperti Dr Abel Fadhil El-Qushi (Wakil Ketua WOAG), Dr Abdel Dayem Nushair (Sekretaris Jenderal WOAG dan Penasihat Grand Sheikh Al-Azhar), Mayjen Osama Yasin (Wakil Sekjen WOAG), dan beberapa tokoh lainnya.

Seusai penyerahan penghargaan, kata Muchlis, TGB dijadwalkan akan menerima wawancara sejumlah media massa setempat mengenai pengalaman bangsa dan umat Islam Indonesia, termasuk peran yang dimainkan oleh ulama dan tokoh agama Indonesia, dalam menanamkan dan mengukuhkan nilai-nilai moderasi Islam, toleransi umat beragama, dan nilai-nilai kebangsaan.

Menurut Muchlis, pemberian penghargaan al-Azhar sebagai lembaga keislaman paling  berpengaruh di dunia kepada salah seorang putra bangsa Indonesia di bidang moderasi beragama ini menunjukkan bahwa isu moderasi beragama merupakan isu global dan menjadi kepentingan bersama masyarakat bangsa.

 Al-Azhar, kata dia, telah cukup lama dan secara intensif mengokohkan nilai-nilai moderasi Islam dan ikut serta secara aktif bersama tokoh agama lainnya dalam menciptakan hidup berdampingan secara damai. 

“Al-Azhar melihat Indonesia sebagai mitra strategis dalam upaya mengokohkan moderasi beragama dan menangkal fenomena ekstremisme dalam kehidupan beragama di tengah masyarakat Muslim,” kata dia. 

Muchlis menyebutkan Ahmed Al-Tayeb bersama Paus Fransiskus telah menandatangani dokumen Human Fraternity Document atau Dokumen Persaudaraan Kemanusiaan di Founder’s Memorital di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Senin 4 Februari 2019. 

“Pada kesempatan itu juga hadir dan memberikan sambutan tokoh dari Indonesia Prof M Quraish Shihab yang juga lulusan Al-Azhar Kairo,” kata dia. 

TGB menempuh pendidikan dasar hingga tingkat SMA di lingkungan Nahdlatul Wathan (NW) Pancor, NTB. Gelar S1 dan S2 ia peroleh di Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir. Tafsir dan Ilmu- ilmu Alquran di Fakultas Ushuluddin adalah jurusan yang ia pilih. 

Ia meraih gelar MA dengan predikat baik sekali. Sedangkan gelar doktor ia peroleh pada 2010 di universitas yang sama, ketika ia menjabat sebagai Gubernur NTB periode pertama. Disertasinya berjudul Studi Metodologis dan Analitis Tafsir Ibnu Kamal Basya dan memperoleh predikat summa cum laude.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA