Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Kamis, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 Desember 2019

Asy-Syifa Binti Al-Harits Kisah Sang Pendidik

Senin 14 Okt 2019 11:20 WIB

Rep: Dialog Jumat Republika/ Red: Agung Sasongko

Oase (ilustrasi)

Foto:
Asy-Syifa memeluk Islam sebelum Rasulullah SAW melakukan Hijrah.

Asy-Syifa’ menikah dengan Abu Hatsmah bin Hudzaifah bin Adi. Ia dikarunia seorang anak bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah. Asy-Syifa dikenal sebagai guru membaca dan menulis sebelum datangnya Islam. Sehingga, ketika cahaya Islam singgah dikalbunya, ia tetap mendedikasikan dirinya untuk mengajar para Muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala dari Allah SWT. 

Itulah yang membuatnya ditabalkan sebagai ‘guru wanita pertama dalam Islam’. Di antara wanita yang dididik oleh asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab RA, yang tak lain adalah  istri Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meminta kepada asy-Syifa’ untuk mengajarkan Hafshah RA menulis dan sebagian Ruqyah (pengobatan dengan doa-doa). 

Asy-Syifa berkata, Suatu ketika Rasulullah SAW pernah datang menemuik, saat aku  berada di samping Hafshah. Lalu beliau bersabda, ''Mengapa tidak engkau ajarkan kepadanya (Hafshah) ruqyah sebagaimana engkau mengajarkan kepadanya menulis. (HR Abu Daud).

Sebelum ajaran Islam datang, asy-Syifa memang dikenal sebagai ahli ruqyah di masa Jahiliyah.  Ketika ia memeluk Islam dan berhijrah beliau berkata kepada Rasulullah SAW, Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda. Lalu Nabi saw bersabda, Perlihatkanlah kepadaku. 

Asy-Syifa berkata, Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul. Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, Obatilah dengan ruqyah, dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah saat melakukan ruqyah adalah: Ya Allah Tuhan manusia, Yang Maha menghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Maha Penyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi. (HR Abu Daud).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA