Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Senin, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Najab Ud-din Mengupas Sembila Kategori Penyakit Kejiwaan

Ahad 13 Okt 2019 15:00 WIB

Rep: Islam Digest Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim.

Ilmuwan Muslim.

Foto: Metaexistence.org
Najab Ud-din mengupas mengenai depresi dengan terperinci.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Najab Ud-din mengemukakan, sembilan kategori penyakit kejiwaan mencakup sebanyak 30 jenis gangguan mental atau psikis, antara lain depresi, penyakit degeneratif, gangguan delusi, obsesif kompulsif, melankolia evolusional, dan kesenangan abnormal. Tokoh ini menyatakan, beberapa penyakit sulit untuk terpetakan dan terklasifikasikan, terutama jika penyebab dan mekanisme kemunculannya tidak diketahui. 

Baca Juga

Dia mengupas mengenai depresi dengan terperinci. Depresi dikatakan sebagai masalah kejiwaan yang sudah menghinggapi umat manusia sejak awal peradaban. Adapun melankolia itu termasuk satu dari tiga gangguan depresi mental yang utama. James Keith Besyner dalam The Comparative Behavioral Treatments memberi komentarnya. 

Menurut Besyner, definisi depresi yang dirumuskan Najab Ud-din sejalan dengan konsep yang dikemukakan Areteaus Cappodocia, seorang pakar medis Yunani dari abad kedua Masehi. Rumusan tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh oleh psikolog asal Inggris Robert Burton pada abad ke-17 Masehi.

Selain itu, Najab Ud-din mengelompokkan aspek psikopatologi ke dalam sembilan kategori. Salah satunya membahas tentang souda e tabee. Ia memberikan deskipsi mendalam tentang masalah ini. Ia menjelaskan bahwa souda e tabee adalah kondisi seseorang yang mengalami masalah ingatan, atau memori yang sulit berinteraksi, dan kekanak-kanakan. 

Hingga pada akhirnya, ungkap dia, dapat mengarah pada kemarahan yang menjadi-jadi saat kondisi tersebut mencapai tingkat kronis. Ada efek lain yang timbul, yaitu memantik terjadinya gejala insomnia. Pemikiran fundamental yang terkait pemikirannya disampaikan Jeffrey A Lieberman dan Scott Stroup. 

Melalui  American Psychiatric Publishing, mereka menyatakan, terdapat salah satu klasifikasi terkait gangguan kognitif yang masuk dalam klasifikasi yang disusun oleh Najab Ud-din. Menurut Najab Ud-din, gangguan kognitif ini berupa anggapan dari pasien yang merasa selalu dihantui makhluk halus dan menyebabkan kegilaan. 

Manfaat nosologi gangguan jiwa oleh Najab Ud-din ini sangat besar karena menjadi pedoman awal dalam penanganan gangguan jiwa. Gordon L Snider dalam Nosology of Our Day mengungkapkan kegunaan lain dari nosologi rintisan Najab Ud-din, yakni memperluas wawasan pengetahuan para ahli kedokteran mengenai beragam jenis penyakit. 

Sehingga, kata Snider, mereka mampu menentukan teknik dan metode pengobatan yang paling efektif. Para pakar kontemporer juga mengakui kehebatan langkah Najab Ud-din  karena membantu penguatan sistem diagnosa psikologi. Dalam History of Depression, Massimo Aliverti menyatakan, warisan pemikiran ilmuwan Muslim ini sangat berharga. 

Aliverti menjelaskan, Najab Ud-din berhasil menjelaskan bentuk lanjutan dari depresi yang mengarah pada perilaku kecewa dan sedih. Pada bagian lain, dia menganjurkan penanganan terpadu berbasis diet, gizi seimbang, dan pola hidup sehat untuk menghindari terkena masalah kejiwaan, paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA