Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Mengenal Najab Ud-din, Perintis Kajian Nosologi

Ahad 13 Oct 2019 14:41 WIB

Rep: Islam Digest Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Foto: Mgrol120
Julukan sebagai perintis tersemat pada diri Najab Ud-din

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Julukan sebagai perintis tersemat pada diri Najab Ud-din Unhammad (870-825). Di dunia Islam, dokter dan psikolog ini mengenalkan nosologi. Ini merupakan cabang ilmu pengobatan yang berhubungan dengan klasifikasi penyakit. Selain penyakit secara umum, ilmuwan asal Persia ini juga berhasil mengklasifikasi penyakit kejiwaan. 

Najab Ud-din berjasa besar dalam mengembangkan studi ini di dunia Islam. Sejatinya, nosologi mulai mengemuka pada lingkup kajian kedokteran di Yunani. Galen dianggap sebagai pembuka jalan dalam pengembangan bidang ini. Ini bermula dari penelitiannya yang menyeluruh terhadap fungsi organ tubuh manusia. 

Dia menemukan bahwa terdapat empat unsur penting dalam tubuh. Komposisi keempat unsur ini harus seimbang agar menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Ia menyimpulkan, penyakit muncul akibat ketidakseimbangan masing-masing unsur itu. Empat unsur itu adalah empedu hitam, empedu kuning, dahak, dan darah. 

Nosologi paling awal yang diusung Galen menemukan bahwa secara umum penyakit dapat diklasifikasikan dari penyebab, mekanisme kemunculan penyakit, atau gejala-gejalanya. Pada abad kesepuluh Masehi, Najab Ud-din menempuh langkah berbeda. Ia mengenalkan nosologi, terutama mengenai gangguan kejiwaan. 

Langkahnya ditopang oleh pengetahuannya di bidang psikologi. Pada saat itu, psikologi menjadi salah satu kajian ilmu yang cukup penting. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya ilmuwan andal yang berkiprah untuk memajukan bidang ini. Sebut saja, Ibnu Sina, Muhammad al-Sadiq, al-Kindi, at-Thabari, dan al-Razi. 

Najab ud-din Unhammad bisa disejajarkan dengan nama-nama legendaris tersebut. Tak lain karena sumbangan pemikirannya pada ranah nosologi. Teori dan konsep yang diajukan sangat berpengaruh, bukan hanya untuk psikolog, akan tetapi juga bagi para dokter secara keseluruhan. 

Dia mengerjakan sejumlah penelitian meliputi aspek psikoterapi serta gangguan fisik dan psikis terhadap beberapa pasien. Hasil eksperiman itu mendasari rumusan nosologi yang dituangkan dalam bukunya. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA