Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Dua Pesan Menag untuk Guru PAI

Jumat 11 Oct 2019 10:29 WIB

Rep: Zahrotul Oktavianj/ Red: Agung Sasongko

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada pembukaan 1st International Conference on Religion and Education (INCRE) di Bintaro, Tangsel, Banten,Selasa (8/10) malam.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan sambutan pada pembukaan 1st International Conference on Religion and Education (INCRE) di Bintaro, Tangsel, Banten,Selasa (8/10) malam.

Foto: Republika/Prayogi
Guru PAI dinilai menag memiliki peran membangun akhlak dan sikap beragama.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan salah satu pihak yang berperan untuk membangun akhlak dan sikap beragama generasi milineal saat ini. Di tangan merekalah, anak-anak muda Indonesia dibentuk akhlak dan ditingkatkan pengetahuannya.

Karena mengemban tugas yang mulia, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengajak Guru PAI di seluruh Indonesia melakukan dua hal. Salah satunya, toleransi dan moderasi beragama.

Ajakan ini disampaikan Menag saat bertemu dengan lebih dari 2000 Guru PAI dalam acara Sarasehan Pendidikan Agama Islam di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/10). Kegiatan bertemakan Moderasi Beragama untuk Bangsa ini.

"Pertama, saya ingin Guru PAI mengajak anak didik kita untuk tidak mudah menyalahkan pandangan yang berbeda. Misalnya, ada orang yang pakai celana cingkrang disalah-salah kan atau sebaliknya, orang yang tidak pakai celana cingkrang disalah-salah kan," ujar Menag dalam keterangan yang didapat Republika, Jumat (11/10).

Menurut Menag hal ini perlu dilakukan mengingat umat memiliki keragaman dalam beragama. Ada banyak sekali keragaman dan menjadi tugas manusia untuk menghormati menghargai keragaman itu.

Tugas kedua guru PAI, Menag mengajak para pendidik untuk mengubah cara pandang dalam menyikapi orang yang tidak atau belum menjalankan nilai agama dengan baik. Yang tidak disukai adalah perilakunya, bukan orang yang melakukan tindakan maksiat atau bertentangan dengan agama tersebut.

"Guru-guru kita mengajarkan untuk membedakan perilaku dan pelakunya," lanjut Menag. 

Ia pun mengingatkan jika Islam mengajarkan agar umat-Nya dapat mengajarkan agama dengan penuh kasih sayang. Islam adalah kedamaian, maka tidak bisa diajarkan dengan cara penuh amarah.

Kegiatan Sarasehan PAI ini diikuti oleh anggota Asosiasi Guru PAI (AGPAI) Sulawesi Selatan. Tampil sebagai moderator dalam talkshow yang berlangsung selama dua jam ini, Direktur Pendidikan Agama Islam Rohmat Mulyana. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA