Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Roti Gandum Favorit Rasulullah dan Ragam Cara Menyantapnya

Rabu 09 Oct 2019 04:27 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nashih Nashrullah

Ganti roti putih dengan roti gandum yang lebih sehat.

Ganti roti putih dengan roti gandum yang lebih sehat.

Foto: Rakhmawaty La'lang/Republika
Roti gandum menjadi makanan favorit di dunia Islam.

REPUBLIKA.CO.ID,  Bahan pokok masakan Islam adalah roti gandum yang dipanggang dalam oven tembikar di atas atau di bawah tanah, yang disebut 'tannur', paling dikenal sekarang dengan nama serumpun 'tandoori'. 

Baca Juga

Secara tradisi, sebagaimana dikutip dari Aramcoworld, tharid (roti yang dibasahi kaldu dan dilapisi dengan daging) adalah favorit hidangan Nabi Muhammad SAW. Tepung digunakan dalam beberapa cara lain: dicampur dengan air dan digunakan segar atau kering sebagai pasta, digulung menjadi adonan untuk diisi dengan daging, dicampur dengan air untuk membuat minuman yang menenangkan, atau di Afrika Utara dan Andalusia, digulung dalam bentuk kasar menjadi bola-bola kecil yang kemudian dikenal sebagai 'couscous'. 

Ada juga saus yang kaya disertai daging panggang atau semur daging domba, kambing, binatang buruan, dan unggas yang telah dibersihkan, atau di al-Andalus, kelinci. 

Seringkali saus ini dibuat dengan rasa asam atau asam manis. Biasanya saus ini beraroma rempah-rempah, bumbu, dan esens, dibumbui dengan murri (bumbu yang terbuat dari gandum yang difermentasi), diwarnai dengan kunyit, biji delima, dan bayam, atau ditaburi dengan kristal gula yang berkilau dalam cahaya.  

Sikbaj, yang muncul di semua buku masak, adalah daging dari beberapa jenis (dan kemudian juga daging ikan) yang asam dengan cuka harisa (jangan ditambahkan dengan campuran rempah-rempah Maroko) adalah bubur gandum dan daging, dan di al-Andalus, bakso dan semur daging adalah perpaduan populer. Yang paling bergengsi adalah ayam yang dipanggang di atas puding yang mengeluarkan tetesan lezat.

Hidangan manis dibuat dengan tambahan madu, dimana aroma dan warnanya tidak mengubah cita rasa makanan itu sendiri. 

Gula juga digunakan dari rasa buah yang diawetkan, untuk pewarnanya berasal dari mawar, warna hijau atau oranye dari serbat sari buah berwarna terang, dan menjaga rasa minuman manis dari pati atau kacang tanah yang memutih. Semua masakan bisa menjadi wangi dengan menggunakan kelopak mawar dan bunga jeruk.

Pembuat manisan menemukan bahwa ketika direbus untuk waktu yang lama dan kemudian didinginkan, gula akan menjadi jernih dan lentur, kemudian transparan dan keras, dan kemudian jadilah karamel aromatik coklat. Temuan ini membuka berbagai kemungkinan kuliner jenis lain.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA