Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Faedah Tawakal

Kamis 03 Oct 2019 18:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: alifmusic.net
Sejatinya, bertawakal kepada Allah SWT akan menguatkan hati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pada saat Rasulullah SAW dan Abu Bakar berada di dalam gua persembunyian, Abu Bakar merasa khawatir dengan keselamatan diri Rasulullah SAW, melebihi kekhawatirannya terhadap keselamatan dirinya.

Dia pun berkata, ''Wahai Rasulullah, seandainya seorang di antara mereka melihat ke arah telapak kakinya, niscaya mereka mendapatkan kita berdua. Karena itu, tiada lain di antara kita dan kebinasaan, selain hanya pandangan (mereka) ke arah bawah.''

Rasulullah SAW menjawab kekhawatiran Abu Bakar dengan mengatakan, ''Hai Abu Bakar, bagaimana persangkaanmu terhadap dua orang, sementara pihak ketiganya adalah Allah?'' (HR Bukhari).

Sungguh apa yang diucapkan Rasulullah SAW adalah bentuk tawakal dan pasrah yang sebenarnya. Dan, itu sangat terlihat hasilnya pada masa kritis seperti sekarang ini.

Banyaknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) harus disikapi dengan sabar dan bertawakal. Karena, jika terbawa kesedihan berlarut-larut, itu bisa menimbulkan dampak psikologis yang berat.

Dalam kaitan ini, seorang hamba tidak dapat meminta bantuan kepada yang lain dan tidak ada usaha lagi yang dapat dilakukan, kecuali kepasrahan sepenuhnya kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman, ''Mereka menjawab, 'Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.' Maka, mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah. Mereka tidak mendapat bencana apa-apa.'' (QS Al-Imran [3]: 173-174).

Sejatinya, bertawakal kepada Allah SWT akan menguatkan hati dan membangkitkan semangat. Hal itu juga akan mencegah seorang hamba dari keterpurukan psikologi dan ketegangan syaraf ketika mendapat kesulitan dalam hidup.

Tawakal bukan berarti tidak berusaha. Sebaliknya, tawakal itu memacu seseorang untuk lebih giat bekerja. Hal ini juga akan membuat seseorang menjadi produktif dan membuahkan hasil yang maksimal.

Mereka yang bertawakal akan merasa bahwa dia selalu disertai oleh Allah SWT dan Dia pasti akan memberikan pertolongan, kecukupan, dan melindunginya. Dalam Alquran, disebutkan, ''Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa.'' (QS Albaqarah [2]: 97).

Amatlah menderita hidup seseorang jika tidak menjadikan takwa sebagai bekal hidupnya. Karena, sungguh kita akan mengalami masa di mana tidak ada daya dan upaya untuk melindungi diri, kecuali kepasrahan terhadap pertolongan Allah SWT semata.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA