Kamis 03 Oct 2019 15:10 WIB

Pengungsi Anak Wamena Ramaikan Taman Ceria Dompet Dhuafa

Taman Ceria pengembangan dari Sekolah Ceria yang biasa hadir di pos kebencanaan.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda
Anak-anak bermain di Taman Ceria untuk anak-anak pengungsi di Wamena, Papua yang dibangun DMC Dompet Dhuafa.
Foto: dok. Dompet Dhuafa
Anak-anak bermain di Taman Ceria untuk anak-anak pengungsi di Wamena, Papua yang dibangun DMC Dompet Dhuafa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Sejumlah pengungsi anak di Wamena, Papua, meramaikan Taman Ceria bentukan dari Dompet Dhuafa. Keceriaan mulai kembali setelah sebelumnya mereka melalui masa sulit saat terjadi krisis kemanusiaan di Wamena.

Usai berusaha menghindari kerusuhan yang tengah berlangsung, para penyintas mengungsi di pos-pos kemanusiaan, salah satunya pos Dompet Dhuafa di Rindam XVII/Cendrawasih, Jayapura, Papua. Di pos Rindam XVII/Cendrawasih tersebut turut berdiri sebuah taman bermain, Taman Ceria. Penamaan tersebut merupakan kependekan dari TempAt aMAN (dari) keCemasan dan ResIko bencanA.

Baca Juga

"Taman Ceria tersebut pengembangan dari Sekolah Ceria yang sudah biasa kita hadirkan di pos kebencanaan. Seperti Sekolah Ceria, tempat ini menyediakan alat permainan, belajar sambil bermain, berkesenian, dakwah dan konsep edukasi lainnya," ujar Kordinator Respon Dompet Dhuafa untuk Wamena, Eka Suwandi, pada Selasa (1/10), dalam situs resminya.

Dengan luas sekitar 8×6 meter, tempat tersebut lengkap dengan beragam sarana bermain anak-anak. Seperti perosotan dan ring basket mini, kolam mandi bola dan masih ada yang lain. Namun tempat tersebut tidak hanya diperuntukan bagi anak-anak saja. Remaja dan orang dewasa boleh mampir ke sana.

"Taman Ceria tidak khusus untuk anak-anak, di situ bisa diisi kegiatan untuk remaja dan dewasa. Melainkan juga sarana untuk program-program pendampingan psikososial bagi penyintas. Jadi tempat tersebut tidak eksklusif milik Dompet Dhuafa. Sehingga hanya Dompet Dhuafa saja yang boleh gunakan sarana itu, siapapun atau relawan dari manapun yang mau melakukan kegiatan pendampingan psikososial bisa memanfaatkan sarana tersebut," ucap Eka.

Saat ini tim Disaster Mangement Center (DMC) Dompet Dhuafa dan Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua, masih terus bersedia di lokasi. Selain itu juga sinergi dengan berbagai pihak seperti Relawan Jayapura, Remaja Masjid Nurul Iman di Komunitas Ayo Tolong, membuat tempat tersebut semakin meriah dan aman.

"Taman tersebut mengikuti masa mengungsi. Jadi mari bersama-sama bersatu dalam membangun kembali persatuan dan persaudaraan Indonesia," ujar Eka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement