Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Ciri Khas Tinta Buatan Ilmuwan Muslim

Rabu 02 Oct 2019 16:46 WIB

Rep: Islam Digest Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Foto: Mgrol120
Pada masa itu, terdapat dua tipe utama tinta permanen.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA --- Ahmad Y Al-Hassan dan Donald R Hill dalam bukunya bertajuk, Islamic Technology:An Ilustrated History, mengungkapkan, di era kejayaannya Peradaban Muslim telah mampu memproduksi tinta hitam.

Baca Juga

Pada masa itu, terdapat dua tipe utama tinta permanen. Pertama, tinta permanen yang dihasilkan dari partikel-partikel halus karbon dan kedua adalah tinta hitam yang berasal dari besi tanat. Menurut Al-Hassan dan Hill, karbon untuk tinta hitam diperoleh dari jelaga berbagai minyak dan lemak, seperti minyak biji rami dan minyak bumi, atau arang giling yang dibuat dari berbagai biji-bijian.

Cara membuat tinta di masa itu begitu khas. Salah satu cara membuat tinta dari jelaga, papar Al-Hassan, dengan menggunakan lampu empat sumbu untuk membakar minyak biji rami. Pada bagian atas lampu, terdapat penutup berbentuk kubah dengan sebuah lubang dan di atasnya terdapat lagi enam penutup serupa membentuk cerobong. Sumbu dinyalakan dan minyak terbakar habis, kemudian jelaga yang terkumpul di dalam cerobong dikumpulkan menggunakan bulu. Selanjutnya, jelaga itu diayak hingga didapat serbuk yang halus.

Pembuatan tinta permanennya juga ada yang menggunakan gom Arab (diperoleh dari tumbuhan sejenis akasia) sebagai bahan pengikat, walaupun glair (dibuat dari kocokan putih telur) dapat dijadikan alternatif.

‘’Tinta lain juga dijabarkan dalam manuskrip Arab, di antaranya tinta biruhitam yang didapatkan dari biji-bijian tertentu dan ferro sulfat yang masih digunakan hingga kini,’‘ ungkap Al-Hassan dan Hill.

Zat Warna Dalam bukunya berjudul, Keahlian Menulis dan Peralatan Orang-orang Arif, Ibnu Badis juga mengungkapkan keberhasilan umat Islam dalam memproduksi tinta berwarna, cat minyak, dan pernis.

Zat warna seperti ini digunakan dengan pena atau sikat dan digunakan untuk menulis, melukis miniatur pada kertas, kulit, kayu, dan permukaan-permukaan lain. Ibnu Badis, seperti dikutip Al-Hassan dan Hill, memaparkan, pewarna hitam berasal dari karbon yang diperoleh dari jelaga lampu atau arang khusus seperti yang di te - rangkan sebelumnya.

‘’Pewarna putih dihasilkan dari timah (isfidaj), bahkan terkadang dicampur dengan putih tulang,’‘ paparnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA