Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Doa Sebelum Tidur

Jumat 20 Sep 2019 03:03 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Anak Laki Laki Sedang Tidur

Ilustrasi Anak Laki Laki Sedang Tidur

Foto: Republika/Yogi Ardhi
Ibadah yang jika dilakukan sebelum tidur akan mendatangkan manfaat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Suprianto

JAKARTA -- Suatu ketika sahabat Al-Barra bin Azib RA berkata, ''Bersabda kepadaku Rasulullah SAW, ''Apabila kamu mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti kamu hendak melakukan shalat. Kemudian, berbaringlah di atas bagian tubuh yang kanan. Lalu ucapkanlah, ''Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang dan takut. Tidak ada tempat perlindungan dan penyelamatan dari-Mu kecuali kepada-Mu.

Aku beriman kepada kitab yang telah Engkau turunkan, dan Nabi yang telah Engkau utus.'' Apabila kamu meninggal dunia, maka kamu meninggal dalam keadaan fitrah. Dan, jadikanlah Ia ucapan terakhirmu.'' (HR Bukhari 19/372).
Sering kali kita lupa apa yang diajarkan Rasulullah SAW sebelum tidur. Terlebih setelah seharian bekerja, badan terasa lelah dan kita langsung terlelap di tempat tidur. Rasulullah SAW mengajarkan ibadah yang jika dilakukan sebelum tidur akan mendatangkan manfaat yang luar biasa. Ini merupakan suatu amalan yang sungguh ringan namun berbobot.

Dengan membaca doa seperti di atas, maka seseorang jika dalam tidurnya menemui ajalnya ia akan dinilai Allah SWT sabagai mati dalam keadaan fitrah. Berarti ia mati dalam keadaan semua dosanya diampuni Allah sebagaimana keadaannya saat ia pertama kali dilahirkan oleh ibunya.

Islam memandang bahwa pada saat seseorang sedang tidur berarti ruhnya berpisah dari badannya. Maka, saat ia bangun dari tidurnya berarti Allah berkenan mengembalikan ruh ke dalam jasad orang itu. Namun, jika Allah berkehendak lain tentu Dia berhak menahan ruh orang itu untuk selamanya, sehingga tidak kembali ke badannya. Dan inilah yang disebut dengan peristiwa kematian. Seorang Mukmin yang mengerti dan meyakini konsep ini tentu tidak akan berangkat tidur begitu saja tanpa mempersiapkan kemungkinan dirinya tak bakal bangun lagi untuk selamanya, yakni meninggal dunia alias mati.

Allah SWT berfirman, ''Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.'' (QS Az-Zumar [39]: 42).Maka ketika Rasulullah SAW memberi tahu kita bagaimana cara terbaik mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan ajal menjemput saat sedang tidur, sudah sepatutnya kita patuh menjalankannya dengan penuh rasa syukur. Wallahu 'alam bish-shawab.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA