Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

KSM Ajang Siswa Madrasah Memperkuat Ilmu

Rabu 18 Sep 2019 14:30 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar konferensi pers terkait Kompetisi Sains Madrasah (KSM), di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Jumat, (13/9).

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menggelar konferensi pers terkait Kompetisi Sains Madrasah (KSM), di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Jumat, (13/9).

Foto: Republika/Iit Septyaningsih
KSM bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kompetisi sains.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, menyampaikan ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tersebut didesain untuk menancapkan budaya sains di kalangan madrasah. "Kami memiliki Program Madrasah Hebat Bermartabat, salah satu aksinya adalah kompetisi madrasah dalam bidang sains," ujarnya.

Baca Juga

Kamaruddin menjelaskan, dengan pengelolaan yang profesional, ditambah dukung pemerintah, saat ini madrasah sudah tidak lagi dianggap kelas dua. Menurutnya, KSM bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kompetisi sains. Di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN), siswa madrasah juga sudah banyak merebut penghargaan bergengsi, meski berhadapan langsung dengan sekolah-sekolah umum ternama.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, saat membuka KSM 2019, menyampaikan harapannya agar kompetisi ini menjadi ruang mengaktualisasikan potensi diri bagi tiap peserta didik. Dia meminta para kontingen untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dan menjunjung tinggi sportivitas serta kejujuran dalam setiap bentuk lomba.

"Saya mengajak para siswa memperkuat ilmu dan agama untuk harkat martabat manusia. Jadikan nilai agama sebagai pengembangan ilmu. Amalkan ilmu dengan jiwa agama agar kebinekaan tetap terjaga," Menteri Lukman.

KSM 2019 diikuti sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia. Kompetisi tahunan yang pertama kali digelar pada 2012 ini dilaksanakan selama satu pekan di IAIN Manado, Sulawesi Utara, mulai 16 sampai 21 September mendatang.

Kontingen yang hadir pada KSM 2019 di Manado terdiri dari tiga tingkatan, yaitu madrasah ibtidaiyah (MI/SD), madrasah tsanawiyah (MTS/SLTP), dan madrasah aliyah (MA/SLTA), yang sudah menjalani seleksi ketat dari tingkat kabupaten dan provinsi.

Sebelum masuk tingkat nasional, KSM di tingkat kabupaten dan provinsi terlebih dulu digelar. Para pemenang di level daerah akan mendapat tiket untuk kembali unjuk gigi di tingkat nasional. Cabang yang dikompetisikan meliputi matematika terintegrasi, sains IPA terintegrasi, IPS terintegrasi, biologi, fisika, kimia, ekonomi, dan geografi terintegrasi.

Selain itu, Umar menjelaskan, Kemenag juga terus mendorong siswa-siswi madrasah untuk mengukir prestasi di tingkat internasional. "Setiap ada event-event di luar negeri, kami dorong anak-anak madrasah berkiprah di luar negeri, supaya mereka punya kompetensi dan mampu berkompetisi," katanya.

Segudang prestasi di tingkat internasional pun berhasil diraih siswa madrasah di tahun ini. Di antaranya, siswa MAN 2 Mataram meraih medali emas dan perak di ajang World Scolar's Club di Manila, Filipina. Kemudian, dua siswa MAN 1 Yogyakarta, Abizard Rahadiyan Wahyudi dan Ammarsatya Esza berhasil meraih emas dalam International Robotic Competition yang digelar oleh International Islamic University Malaysia (IIUM).

Dari Jakarta, baru-baru ini tiga siswa MAN 2 Ciracas Jakarta berhasil mengukir prestasi internasional, dengan meraih juara 2 kategori creative design pada 2019 International Youth Robot Competitive di Daejeon Convention Center, Korea Selatan. Prestasi internasional selanjutnya datang dari MAN 1 Pasuruan, dengan meraih medali emas dan perunggu pada Robofest Japan 2019 di Okayama University, Jepang.

Di tingkat MTs, MTs Negeri 8 Kalijambe, Sragen, melalui siswanya bernama M Miftahul Risqi, meraih penghargaan Performance Award untuk kategori Line Tracing Robort Extreme, di kompetisi robotika internasional bertitel World Robot Games di Bangkok, Thailand.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA