Sabtu 14 Sep 2019 22:00 WIB

Makna Sujud Syukur Evan Dimas Saat Cetak Gol

Evan menyebut, selebrasi itu dimulai saat ia masih berlatih dengan Coach Indra Sjafri

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko
Pemain tengah Indonesia Evan Dimas Darmono, Pemain Belakang Muhammad Rezaldi Hehanusa, dan Febri Hariyadi melakukan sujud syukur usai mencetak gol ke gawang Myanmar pada laga perebutan tempat ke-3 SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Stadium Selayang, Malaysia, Selasa (29/8).
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Pemain tengah Indonesia Evan Dimas Darmono, Pemain Belakang Muhammad Rezaldi Hehanusa, dan Febri Hariyadi melakukan sujud syukur usai mencetak gol ke gawang Myanmar pada laga perebutan tempat ke-3 SEA Games 2017 Kuala Lumpur di Stadium Selayang, Malaysia, Selasa (29/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dakwah Islam tidak mengecualikan dunia olahraga. Para atlet yang akrab dengan keringat dan latihan tak putus menjadi inspirasi tersendiri bagi para penggemarnya. Evan Dimas Darmono, contohnya. Sosok ini dianggap unik dan menimbulkan kesan baru dengan selebrasi sujud syukurnya.

Pemain yang dikenal santun ini menyebut selebrasi tersebut merupakan salah satu cara ia bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah SWT.

"Sebagai orang Islam, wajib bersyukur. Karena, saya yakin dengan bersyukur pasti akan ditambah nikmat oleh Allah SWT," ujar mantan Kapten Timnas U-19 ini ke pada Republika beberapa waktu lalu.

Evan menyebut, selebrasi itu dimulai saat ia masih berlatih dengan Coach Indra Sjafri. Ia mengingat pesan dari sang pelatih bahwa segala sesuatu itu harus disyukuri. Lewat bersyukur, nikmat yang diberikan bisa bertambah.

 

Tak hanya itu, Evan menilai, doa dan ibadah merupakan hal yang utama. Ikhtiar maksimal akan melengkapinya. Menurut Evan, rezeki manusia diatur oleh Allah SWT, termasuk takdirnya saat bermain, apakah menang dan kalah.

"Kalah atau menang, meski kita sudah berusaha, kalau memang takdirnya kalah ya akan kalah. Yang penting ibadah didahulukan daripada pekerjaan," ujar dia.

Evan menyebut, tingkat religiositas se orang atlet bisa berdampak positif bagi penggemarnya. Masyarakat yang mengidolakan mereka akan meniru apa yang dilakukan. Ini akan memotivasi yang lain untuk menuju ke arah yang lebih baik.

Tak hanya itu, Evan mengungkapkan, tujuan utama dalam hidup adalah akhirat. Menurut dia, dunia bersifat sementara. Selagi ada waktu untuk memperbaiki diri sendiri maka manfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya.

"Kalau diri kita sudah baik, baru berdakwah untuk orang lain. Jangan sampai kita lupa dengan diri sendiri baru berdakwah kepada orang lain. Itu juga salah. Makanya, perbaiki diri dulu," lanjut dia. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement