Jumat 13 Sep 2019 17:21 WIB

Jumlah Wanita Karier di Saudi Meningkat 283 Persen

Peningkatan wanita karier menyusul reformasi birokrasi di Saudi.

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah
Perempuan Arab Saudi mengenakan abaya
Foto: BBC
Perempuan Arab Saudi mengenakan abaya

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Reformasi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi di berbagai bidang telah mendorong meningkatnya partisipasi dan kebebasan perempuan di negara itu. Bahkan, jumlah wanita Saudi yang bekerja di sektor publik dan swasta mengalami peningkatan. 

Harian bisnis Al-Eqtisadiah melaporkan pada Rabu (11/9), seperti dilansir di Saudi Gazette, Jumat (13/9), jumlah wanita Saudi yang bekerja di sektor publik dan swasta telah mencapai 596.700 pada akhir kuartal pertama 2019 atau naik sebesar 282,5 persen. 

Baca Juga

Ada peningkatan sebesar 440.700 wanita yang bekerja selama tahun berjalan dari sebelumnya sebesar 156 ribu pada 2018.

Jumlah dari lembaga ekonomi di pemerintah, sektor swasta dan domain nirlaba telah mencapai 1,005 juta pada akhir kuartal pertama tahun ini. 

Ada sedikit penurunan sebesar 0,3 persen dari jumlah mereka tahun lalu sebesar 1,007 juta. Jumlah keseluruhan tenaga kerja sektor publik dan swasta adalah 8,67 juta. Angka itu terdiri dari sekitar 6,74 non-Saudi yang mewakili sebesar 77,7 persen, serta 1,93 juta warga Saudi yang mewakili 22,3 persen.

Pendapatan operasional pemerintah dan perusahaan ekonomi swasta telah meningkat sekitar lima persen tahun ini menjadi 865,1 miliar riyal, sedangkan biaya operasional adalah sebesar 336,8 miliar riyal. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement