Jumat 02 Jan 2026 22:27 WIB

Asosiasi Ajukan Tiga Usul Agar Haji Khusus 2026 Tetap Berjalan

Belum cairnya dana jamaah buat penyelenggara sulit penuhi kontrak layanan di Saudi.

Suasana kawasan Mina, Makkah, Arab Saudi, Ahad (25/5/2025). Pada tahun 2025 ini, diperkirakan lebih dari 1,83 juta muslim dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji, termasuk dari Indonesia yang tahun ini memiliki kuota sebanyak 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 kuota haji reguler, dan 17.680 kuota jamaah haji khusus.
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Suasana kawasan Mina, Makkah, Arab Saudi, Ahad (25/5/2025). Pada tahun 2025 ini, diperkirakan lebih dari 1,83 juta muslim dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji, termasuk dari Indonesia yang tahun ini memiliki kuota sebanyak 221.000 jamaah yang terdiri dari 203.320 kuota haji reguler, dan 17.680 kuota jamaah haji khusus.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Tim 13 Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) merekomendasikan tiga hal guna memastikan penyelenggaraan Haji Khusus 2026 tetap berjalan. Pasalnya, program tersebut dinilai berisiko gagal akibat ketidaksiapan sistem pelunasan, sementara linimasa operasional Kerajaan Arab Saudi sangat ketat.

Juru Bicara Tim 13 Asosiasi, Muhammad Firman Taufik, mengatakan persoalan utama terletak pada belum dicairkannya Pengembalian Keuangan (PK) jamaah ke rekening Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Oleh karena itu, pihaknya meminta percepatan serta penyederhanaan proses pencairan tersebut.

Baca Juga

“Sinkronisasi kebijakan keuangan dengan timeline resmi Kerajaan Arab Saudi,” kata Firman, Kamis (1/1/2026).

Kemudian, diperlukan langkah darurat serta dialog teknis konkret antara Kementerian Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan asosiasi PIHK.

Hingga saat ini, kepastian perolehan jumlah jamaah haji khusus belum jelas karena masih terdapat sisa kuota dengan waktu pelunasan yang sangat terbatas, seiring ketatnya linimasa operasional tersebut.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement