Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Rabu, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Pesona Kota Amman

Senin 09 Sep 2019 17:34 WIB

Rep: Ilham Tirta/ Red: Agung Sasongko

 Pedagang menjajakan dekorasi hiasan lampu untuk Ramadhan di Amman, Yordania, Kamis (19/7). (Mohammad Hannon/AP)

Pedagang menjajakan dekorasi hiasan lampu untuk Ramadhan di Amman, Yordania, Kamis (19/7). (Mohammad Hannon/AP)

Berada di tengah negara berkonflik, Amman tetap tenang dan indah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tidak ada pagi yang terlewati tanpa mengagumi Kota Amman, Yordania. Berada di Philadelphia-nya orang Yunani serasa berada di atas puncak Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat, Indonesia. Dengan tubuh berbalut kaus plus baju hangat, setiap udara yang diembuskan adalah asap mengepul yang cepat hilang.

Jantung kota dari Kerajaan Hasyimiyah Yordania sejatinya adalah puluhan bukit yang membujur di atas puncak pegunungan luas dengan hutan beton yang tertata rapi. Tidak terlalu ramai tetapi tata kota yang epik dengan warna seragam bebatuan gunung putih kecokelatan membuat siapa pun akan berdecak kagum. Dengan bentuk dan warna bangunan yang sama, keseluruhan Kota Amman seperti dibuat oleh satu tangan terampil yang mengadopsi arsitek purba Kota Petra.

Kota yang didominasi bangunan kokoh dengan gaya kotak-kotak dilengkapi dua batang pilar di depannya itu ibarat tersusun-susun di atas gundukan bukit. Sementara itu, jalan-jalan meliuk di tengahnya ibarat su ngai yang beranak pinak, meng hubungkan satu bukit ke bukit yang lain.

Bahkan, menurut salah seorang staf KBRI di Amman, Nashrun Efendi Idris, jalan utama di pusat perbelanjaan Kota Amman dibangun di atas bekas danau yang mengering. Dahulu, kata dia, warga asli di sana hidup dan membangun rumah di bukit tepian danau itu yang kini telah berubah menjadi bangunan kota yang indah di mata.

“Menurut cerita orang di sini, dulunya jalan ini adalah danau, tetapi mengering dan lamalama seperti ini, “katanya.

Berada di tengah negara-negara yang sedang berperang—Palestina di ujung barat, Suriah di utara, dan Irak di selatan—Yordania malah jauh dari kata menakutkan. Selama sepekan berada di sana, tidak ada huru-hara atau massa yang tergesa-gesa. Siang dan malam, Amman tetap tenang dan indah dalam geliat aktivitas penduduknya.

Kenyamanan Amman menghadirkan rasa penasaran untuk berkunjung ke kota lain yang tak kalah indah: Petra. Berangkat lebih pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat dari gedung KBRI di Amman ternyata hanya membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam untuk sampai ke kota kuno yang juga dikenal sebagai Kota Mawar Merah. Kota Petra berada 240 kilometer di selatan Kota Amman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA