Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Sunday, 16 Muharram 1441 / 15 September 2019

Teknologi Penopang Industri Pangan di Dunia Islam

Jumat 23 Aug 2019 13:36 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Peradaban Islam

Ilustrasi Peradaban Islam

Foto: Foto : MgRol112
Air dan angin menjadi sumber energi utama yang digunakan pada era kekhalifahan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Air dan angin menjadi sumber energi utama yang digunakan pada era kekhalifahan. Dengan kedua sumber energi itulah, pabrik-pabrik

penggilingan bahan pangan beroperasi. Pemanfaatan kedua sumber energi itu didukung dengan teknologi yang beragam. Berikut ini, teknologi penopang industri pangan di zaman kejayaan Islam itu.

Baca Juga

Instalasi pabrik penggilingan Instalasi pabrik penggilingan telah berkembang sejak abad ke-9 M. Para insinyur Muslim mendirikan pabrik penggilingan hampir di setiap kota yang tersebar di dunia Islam. Pabrik penggilingan ini digerakkan oleh tenaga air melalui kincir-kincir air. Salah satunya untuk menggiling gandum. Penggilingan gandum banyak berdiri di Baghdad, Suriah, Iran, dan Mesir. Ada beragam teknik penggilingan sehingga tepung yang dihasilkannya pun bermacam- macam.

Kincir jembatan Salah satu teknologi energi yang digunakan masyarakat Muslim di era keemasan adalah kincir jembatan. Ini adalah jenis kincir air yang unik. Sebab, kincir air ini menjadi bagian superstruktur sebuah jembatan. Kincir jembatanpaling awal berdiri di Cordoba, Spanyol, pada abad ke-12 M.

Engkol dan penggilingan biji dengan tenaga angin Penggilingan biji dengan engkol per - tama kali diciptakan insinyur Muslim. Penggilingan ini digunakan untuk meng giling jagung dan biji-bijian lainnya untuk membuat bahan makanan. Penggilingan biji-bijian

itu digerakkan oleh kincir angin atau kincir air. Teknologi ini muncul pada abad ke-9 M dan 10 M.

Kincir bendungan Kincir bendungan digunakan sebagai energi tambahan untuk menggerakkan penggilingan bahan pangan. Para insinyur Muslim menyebut kincir bendungan dengan sebutan Pul-i-Bulaiti. Kincir bendungan pertama kali dibangun di Shustar, Sungai Karun, Iran. Setelah itu, bendungan semacam itu juga bermunculan di negeri Islam lainnya. Air didaur dari belakang bendungan dan disalurkan melalui

pipa besar untuk menggerakkan kincir angin atau roda air.

Turbin air Turbin air pertama di dunia Islam dibangun pada abad ke-9 M. Hal itu terungkap dalam sebuah manuskrip Arab. Kincir angin Menurut para geografer, kali pertama kincir angin dibangun di Sistan, Afghanistan, pada abad ke-7 M. Na - mun, ada juga yang menyatakan kincir angin di dunia Muslim pertama kali diciptakan pada era kepemi m pi n an Khalifah Umar bin Khattab (634 M-644 M). Kincir angin digunakan seba gai salah satu energi untuk menggiling ja - gung dan tepung. Selain itu, juga di gunakan  oleh industri gula pada era kekhalifahan.

Ada dua jenis kincir angin, yakni vertikal dan horizontal. Kincir angin pertama yang vertikal berdiri di Sistan. Sedangkan, kincir angin horizontal dibangun pertama kali pada abad ke-9 M di Pakistan dan Iran. Kincir angin horizontal juga digunakan untuk

industri penggilingan bahan pangan serta irigasi. Revolusi pertanian yang terjadi pada era keemasan telah menjadikan dunia Islam memiliki ketahanan pangan yang tangguh.

Berdirinya industri pangan juga turut mendorong lahirnya beragam jenis masakan dan

hidangan. Karena itu, tak heran jika peradaban Barat meniru industri pangan yang dikembang - kan dunia Islam, selain juga mengadopsi aneka jenis hidangan khas Muslim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA