Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Monday, 17 Muharram 1441 / 16 September 2019

Industri Pangan Di Era Kekhalifahan

Jumat 23 Aug 2019 10:45 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Panen Tebu. Pekerja memanen tebu di areal perkebunan di Godean, Yogyakarta, Senin (17/6/2019).

Panen Tebu. Pekerja memanen tebu di areal perkebunan di Godean, Yogyakarta, Senin (17/6/2019).

Foto: Republika/ Wihdan
Sistem pertanian modern merupakan ‘jantung’ kehidupan perekonomian masyarakat Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sistem pertanian modern merupakan ‘jantung’ kehidupan perekonomian masyarakat Muslim di zaman keemasan. Sejak awal abad ke-9 M, peradaban kota-kota besar Muslim yang tersebar di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol telah ditopang dengan sistem pertanian yang sangat maju, irigasi yang luas, serta pengetahuan pertanian yang tinggi.

Itulah yang membuat dunia Islam di era kekhalifahan memiliki ketahanan pangan yang begitu kuat. Sejarah mencatat bahwa peradaban Muslim telah berhasil melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian yang dikenal sebagai Revolusi Hijau Abad Pertengahan atau Revolusi Pertanian Muslim. Revolusi Hijau yang dirintis umat Islam telah memungkinkan transfer beragam tanaman berikut teknik menanamnya ke berbagai penjuru dunia Islam.

Pada era itu, dunia Islam menguasai beragam komoditas pertanian yang awal nya justru berasal dari peradaban lain. Beberapa komoditas pertanian dan perkebunan penting yang dikuasai umat Islam antara lain gula tebu dan gandum. Sejatinya, gula tebu berasal dari peradaban masyarakat India, sedangkan gandum berasal dari Benua Hitam Afrika.

Dengan globalisasi pertanian yang dirajut peradaban Islam, tanaman yang sangat penting itu dikembangkan masyarakat Muslim. Berkembang pesatnya sektor pertanian yang dibarengi perdagangan serta teknologi telah mendorong munculnya industri pangan. Pada era kekhalifahan, industri pangan, seperti gula dan tepung, telah berkembang pesat di dunia Islam.

Salah satu industri yang berkembang pesat di dunia Islam adalah industri gula. Sejatinya, tanaman gula tebu memang berasal dari anak benua India. Konon, masyarakat India telah menemukan cara untuk mengkristalkan gula ketika Dinasti Gupta berkuasa sekitar tahun 350 M. John F Robyt (1998) mengungkapkan, ada dua tempat asal ta naman gula tebu, yakni Pasifik Selatan dan TimurIndia. Tanaman gula tebu te lah dikembangkan sejak 10 ribu tahun SM.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA