Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ustaz Abdul Somad Ungkap Pertemuan dengan MUI

Rabu 21 Aug 2019 17:44 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Ustaz Abdul Somad menyampaikan penjelasan soal video viral ceramahnya di kantor MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (21/8).

Ustaz Abdul Somad menyampaikan penjelasan soal video viral ceramahnya di kantor MUI, Menteng, Jakarta, Rabu (21/8).

Foto: Republika/Umar Mukhtar
Ustaz Abdul Somad minta umat jangan termakan isu-isu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ustaz Abdul Somad (UAS) diketahui mengadakan silaturahim ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jakarta, hari ini, Rabu (21/8). Dalam kesempatan itu, mubaligh kelahiran Asahan, Sumatra Utara, itu diterima sejumlah unsur pimpinan MUI.

Baca Juga

Kunjungan ini juga terkait upaya-upaya beberapa pihak yang melaporkan UAS ke kepolisian atas tuduhan dugaan penistaan simbol-simbol agama. Para pihak itu mendasarkan laporannya pada video yang sudah viral dan menampilkan rekaman ceramah UAS sekira tiga tahun silam.

Menurut UAS, dirinya datang ke kantor MUI Pusat selaku anggota Komisi Fatwa MUI Provinsi Riau. "Silaturahim ke MUI Pusat. Pertemuan kami dengan pimpinan MUI Pusat, antara lain, Kiai Muhyiddin (Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri--Red), Buya Anwar Abbas (Sekjen MUI--Red), Kiai Masduki, KH Yusnar Yusuf, dan lain-lain," kata Ustaz Abdul Somad dalam pesan singkat kepada Republika.co.id, Rabu (21/8).

Pada dasarnya, kata dia, dari pertemuan itu tercapai kesepakatan bahwa seluruh elemen umat Islam ingin persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia dapat terus terjaga. Karena itu, upaya-upaya dialog perlu dikedepankan.

Terkait dengan kasus dugaan penistaan agama, UAS meneruskan, pertemuan itu menghasilkan kesimpulan bahwa persoalan tersebut berpeluang menimbulkan dampak secara sosial dan politik di tengah warga bangsa. Aparat penegak hukum pun diharapkan dapat lebih peka dalam menangani kasus ini.

"MUI ingin menjaga keutuhan bangsa dengan mengetengahkan dialog. Karena masalah ini dapat menimbulkan efek politik dan sosial," kata alumnus S-1 Universitas al-Azhar (Mesir) itu.

Kemudian, UAS juga meminta seluruh elemen umat Islam untuk tetap menjaga kedamaian dan ketenteraman. "Jangan terpancing. Jangan mudah termakan isu-isu," tegas peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.

Baca juga: Disebut Dilaporkan ke Polisi, Ini Jawaban Ustaz Abdul Somad

 

Penuhi Undangan MUI

Sebelumnya, MUI Pusat telah mengundang Ustaz Abdul Somad untuk menyampaikan keterangan dan pendapat mengenai tudingan-tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Kemarin, Kiai Muhyiddin telah mengatakan, pimpinan MUI Pusat merasa perlu mengundang Ustaz Abdul Somad ke kantor MUI di Jalan Proklamasi 51 Nomor 6, Jakarta, untuk mengetahui secara jelas apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan begitu, MUI Pusat tidak hanya mendapat informasi dari video yang sudah diviralkan orang.

"Karena kami juga perlu mengetahui secara detil tentang kronologi permasalahan. Khususnya yang berkaitan dengan video beliau yang sudah diviralkan ke publik menimbulkan pro dan kontra," ujar Kiai Muhyiddin, Selasa (20/8).

"Kami perlu bertabayun dulu kepada yang bersangkutan dan Insya Allah korespondensi dan komunikasi sedang berjalan," lanjut ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri itu.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf Rangkuti sependapat. Menurut dia, klarifikasi Ustadz Abdul Somad penting diketahui terlebih dahulu. "Jadi, supaya tidak mengalami semacam distorsi atau menghakimi dan sebagainya," katanya, kemarin.

Adapun Ketua MUI Bidang Infokom Masduki Baidowi meminta umat Islam menahan diri dan tidak terpancing atas fenomena yang terjadi saat ini. Terutama terhadap pihak-pihak yang melaporkan Ustaz Abdul Somad ke pihak kepolisian.

"Kita harus tenang, dewasa menyelesaikan masalah ini dan kita juga harus mengedepankan semangat mencari solusi agar negara ini tidak dihebohkan, tidak disibukan dengan persoalan-persoalan justru akan mengganggu harmoni kehidupan umat beragama," kata Masduki.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA