Selasa 20 Aug 2019 06:00 WIB

Rahasia Pembelajaran Santri Pesantren Modern Al Ikhlash

Santri Pesantren Al Ikhlash mendapat pelajaran bahasa asing.

Rep: Andrian Saputra/ Red: Nashih Nashrullah
Pesantren Al Ikhlas Kuningan, Jawa Barat
Foto: Republika/ Andian Saputra
Pesantren Al Ikhlas Kuningan, Jawa Barat

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN --  Pondok Pesantren Modern Al Ikhlash Kuningan terus mengalami perkembangan pesat. Dengan sistem pendidikan dan program-program yang dijalankannya, pesantren yang berada di Ciawilor, Ciawi Gebang, Kuningan itu menjadi rujukan pesantren-pesantren lainnya khususnya di Jawa Barat. 

Pesantren Al Ikhlash berdiri pada 16 Juli 1990. Pendirinya yakni KH Apandi. Pesantren ini mempunyai model pendidikan yang memadukan antara sistem pesantren dan pendidikan formal berjenjang sebagaimana diadopsi dari Pondok Pesantren Gontor atau disebut Tarbiyatul Mualimin Al Islamiyyah.

Baca Juga

Menurut Pimpinan Pesantren Al Ikhlash, KH Muhammad Tata Taufik, sistem pendidikan di Ponpes Modern Al Ikhlash menghubungkan antara materi-materi yang diajarkan dalam ruang kelas pada setiap aktifitas kegiatan santri di pesantren.    

“Setiap materi itu terkoneksi dengan aktivitas pondok, terintegrasi dengan sistem pendidikan. Mempelajari bahasa Arab dan bahasa Inggris misalnya terkoneksi dengan aktivitas santri yang juga harus menggunakan bahasa asing,” kata KH Tata saat berbincang dengan Republika,co.id pada Senin (19/8).  

Agar santri bisa bersaing di kanca Internasional, pesantren Al Ikhlash juga sangat menekankan pada santrinya untuk bisa menguasai bahasa asing, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris. Karenanya setiap pembelajaran hingga percakapan keseharian santri pun selain menggunakan bahasa Indonesia juga menggunakan bahasa Arab dan Inggris.    

Untuk mendorong santrinya bisa melanjutkan pendidikan hingga ke berbagai perguruan tinggi Internasional, Pesantren Al Ikhlash pun telah menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi Internasional salah satunya yakni dengan Universitas Internasional Afrika.   

“Kita juga berikan motivasi belajar, pembekalan akademik memilih perguruan tinggi, mengajarkan bagaimana menjadi mahasiswa aktif. Kami mendatangkan orang-orang yang mempunyai kualifikasi dan karya untuk memotivasi. Karena santri memerlukan figur, dan kami ingin memantikan virus kebaikan pada mereka,” katanya.

Para santri Ponpes Modern Al Ikhlash juga didorong untuk mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan pengembangan diri. Diantaranya seperti pelatihan jurnalistik, fotografi, hingga pelatihan enterpreneur. Sehingga menurut KH Tata santri Ponpes Modern Al Ikhlash tak hanya dibekali wawasan akademik namun juga dibekali wawasan kewirausahaan. 

Tak hanya itu, bagi santri akhir juga dibekali program protokoler kenegaraan agar bisa beradaptasi dalam berbagai kegiatan resmi setelah lulus dari pesantren.  “Kita ajarkan semuanya bahkan e-tiket termasuk table manner, bagaimana mengantre dan lainnya. Kita siapkan santri-santri sebagai leader kedepan,” katanya.   

Saat ini, Pesantren Al Ikhlash memiliki santri total sebanyak 390 orang. Pesantren Al Ikhlash juga telah mendirikan cabang yakni Pesantren Al Ikhlash Ciomas dan pesantren Daarul Mukhlisin Cisantana.  

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement