Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Ibnu Al-Quff, Pelopor Ilmu Embriologi Modern

Selasa 13 Aug 2019 16:00 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Ilustrasi Ilmuwan Muslim

Foto: Mgrol120
Ibnu al-Quff dokter Muslim terkemuka abad ke-13.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelopor Ilmu Embriologi Modern, begitulah dokter Muslim terkemuka di abad ke-13 itu dijuluki. Sejatinya ia memiliki nama lengkap Amin al-Dawla Abu al Faraj ibnu Muwaffaq al-Din Ya'qub ibnu Ishaq Ibnu al- Quff. Ia dilahirkan di Karak, sekitar 10 mil sebelah timur Laut Mati (sekarang Yordania) tahun 630 H/ 1233 M.

Ayahnya adalah seorang yang memegang posisi tinggi atau pejabat istana pada era kekuasaan kekhalifahan Islam di Karak dan Suriah. Ketika masih muda, Ibnu al-Quff kemudian hijrah bersama keluarganya dari Karak ke Sarkhad, di laut selatan Suriah, lalu ke Damaskus saat kekuasaan Dinasti Ayyubiah yang didirikan Salahudin al-Ayubi.

Mungkin Ibnu al-Quff berada di Damaskus pada 1260 M, saat Mongol menyerang kota itu, ujar Dr Sami K Hamarneh dalam karya - nya The Physician, Therapist and Surgeon Ibn Al-Quff (1233-1286). An Introductory Survey of His Time, Life and Works.

Ayahnya memiliki teman dekat seorang dokter dan sejarawan, Ibnu Abi Usaibia. Ibnu Abi Usaibia menjadikan Ibnu al-Quff sebagai muridnya dan mengajarkan dia ilmu kedokteran. Ibnu Abi Usaibia memiliki risalah biografi yang tak ternilai dan menjadi sumber informasi utama tentang kehidupan Ibnu al-Quff.

Selain itu, Ibnu al-Quff juga berguru pada Ibnu Nafis, seorang dokter Muslim terkemuka. Menimba ilmu dari dua dokter hebat membuat Ibnu al-Quff menjelma sebagai dokter yang masyhur. Ia dikenal sebagai salah satu dokter hebat pada abad ke-13 M yang mendapat perlindungan penguasa Suriah.

Menurut catatan sejarah, Ibnu al-Quff memiliki wajah yang tampan, pendiam dan pintar. Ia juga merupakan seorang anak yang giat belajar. Selain menguasai kedokteran, dia juga ahli dalam bidang matematika, fisika, dan filsafat. Setelah menyelesaikan studinya, dia ditetapkan sebagai dokter bedah tentara.

Dia bekerja di benteng Ajlun di Jordan untuk beberapa tahun. Kemudian melanjutkan kehidupannya di Damaskus sembari mengajarkan ilmu kedokteran. Sebagai seorang dokter bedah tentara, dia melakukan pembedahan besar yang membuat dia menjadi ahli dalam beberapa jenis pembedahan.

Dalam bukunya yang ter kenal tentang ilmu kedokteran, gurunya, Ibnu Abi Usaibia memberikan penjelasan pada karya muridnya yang terkemuka itu. Dia menyusun sejumlah risalah, meliputi sebuah risalah pen ting dalam bidang pembedahan dan sebuah komentar populer dalam Aphorisms karya Hippo crates. Ibnu al- Quff meninggal dunia di Damaskus pada 685 H/ 1286 M. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA