Selasa 13 Aug 2019 10:20 WIB

BMH dan FKM Salurkan Kurban ke Kulonprogo

Sebelumnya, BMH dan Forum Kajian Muslimah bersinergi untuk kegiatan bakti sosial.

Laznas BMH dan Forum Kajian Muslimah (FKM) bersinergi menyalurkan hewan kurban kepada msayarakat Kulonprogo, Yogyakarta.
Foto: Dok BMH
Laznas BMH dan Forum Kajian Muslimah (FKM) bersinergi menyalurkan hewan kurban kepada msayarakat Kulonprogo, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, KULONPROGO --  Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta  bekerja sama dengan Forum Kajian Muslimah Yogyakarta, menyalurkan hewan kurban ke Dukuh Pandaan Kulon, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kulonprogo.

"Penyaluran kurban ke Desa Banjarharjo ini merupakan penguatan syiar dakwah di mana sebelumnya, BMH dan FKM bersinergi untuk kegiatan bakti sosial," terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan DIY, Say'in Qodir, Senin  (12/8).

Masyarakat yang menempati sebagian dataran Perbukitan Manoreh itu pun terlihat antusias dan bergembira dalam melaksanakan aktivitas  menyembelih hingga membagikan daging kurban.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada BMH dan  FKM yang telah menyalurkan kurban ke padukuhan kami di sini. Insya Allah kurban tersebut menjadi manfaat bagi warga. Semoga para shohibul qurban (mudhohhi = pekurban) diberikan keberkahan oleh Allah. Bagi warga,  daging kurban ini sangatlah berharga," ungkap Kepala Dukuh Pandaan Kulon, Yuliono dalam rilis BMH yang diterima Republika.co.id, Senin (12/8).

Say'in Qodir mengemukakan, sinergi kurban ke desa terpencil seperti ini diharapkan dapat menjadikan BMH dan FKM semakin giat di dalam melayani, membina, dan mengedukasi masyarakat, yang umumnya masih sangat haus akan pemahaman nilai-nilai Islam.

photo
Masyarakat Kulonprogo menerima daging hewan kurban yang disalurkan oleh Laznas BMH bekerja sama dengan Forum Kajian Muslimah (FKM).

FKM Yogyakarta awalnya adalah wadah silaturahim para wali santri yang anak-anaknya sekolah TK di Pesantren Hidayatullah Yogyakarta.  Kegiatan tersebut  diampu oleh pakar parenting terkemuka, Mohammad Fauzil Adhim. 

Selanjutnya, FKM  terus berkembang dan menjadi komunitas yang tak sekedar rutin menggelar kajian-kajian kemuslimahan. FKM juga menyelenggarakan even-even sosial di desa-desa terpencil di wilayah Yogyakarta.

"Semoga FKM semakin bermanfaat kepada umat.  Sekalipun tidak bisa dakwah di podium-podium, FKM bisa bergerilya ke desa-desa, yang semoga menjadi sebab hidayah di tengah-tengah umat," ujar seorang Pengurus FKM, Ratna Widiantari.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement