Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Bank Sampah Ala Santri

Sabtu 03 Aug 2019 10:02 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Sampah-sampah plastik yang telah dipilah petugas di bank sampah. (Ilustrasi)

Sampah-sampah plastik yang telah dipilah petugas di bank sampah. (Ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Cilacap kelola sampah sejak 2013.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Cilacap, Jawa Tengah, juga tercatat menjadi pengelola bank sampah. Pesantren tertua dan terbesar di Cilacap ini mulai menjalankan bank sampah sejak 2013. Pengurus pesantren, Ustaz Soiman Nawawi, menyebut, gagasan ini muncul setelah pihak nya berbicara dengan DLH Kota Cilacap.

Baca Juga

"Semua santri secara bertahap diberi pengertian untuk memilah sampah. Kita adakan Ngaji Sampah Plastik," ujarnya.

Sampah yang dikumpulkan adalah sampah yang masih bisa kita manfaatkan, baik organik maupun nonorganik. Untuk sampah organik diolah menjadi pupuk organik dalam bentuk cair dan padat. Sedangkan sampah nonorganik akan dipotong menjadi ukuran kecil menggunakan mesin pencacah plastik.

Pesantren juga mencoba membuat paving block dari plastik. Untuk sampah kain, oleh pesantren dibuat menjadi produk vas bunga dan lampu tidur. Keberadaan bank sampah diusahakan tidak berhenti di dalam pesantren saja. Ustaz Soiman me nyebut, pihaknya bekerja sama dengan RT sekitar membuat bank sampah binaan. Pihaknya juga sering diundang mengisi dan membina pendirian bank sampah di beberapa daerah.

"Respons awal kita masih dicuekin. Seperti pekerjaan yang tidak ada nilainya. Tapi, setelah secara nasional bahkan internasional sampah jadi isu, mulai perhatian masyarakat ini muncul. Kita sering dijadi kan tempat studi banding pesantren lainnya," ujar dia.

Upaya pengelolaan sampah melalui pe santren tidak lepas dari Lembaga Penang gulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU). Sejak tiga tahun yang lalu, mereka mulai berusaha membuat bank sampah dan menyosialisasikannya ke berbagai kalangan, utamanya pesantren.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA