Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Modalitas Belajar

Selasa 23 Jul 2019 11:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Anak belajar/ilustrasi

Anak belajar/ilustrasi

Foto: Pixabay
Dengan memaksimalkan modalitas dalam belajar, manusia akan memiliki wawasan luas.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imam Nur Suharno

Manusia ketika dilahirkan di muka bumi dalam keadaan tidak tahu apa-apa, tidak mengenal akan dirinya. Tidak menge tahui tujuan dan tugas dalam hidup nya, apa yang akan diperbuat selama hidupnya. Dan setelah meninggal dunia, akan ke mana ia melangkah?

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur." (QS an-Nahl [16]: 78).

Agar manusia mengetahui banyak hal, Allah SWT memberikan potensi (modal) yang dengan potensi itu manusia dapat mengenal siapa dirinya. Dengan mengenal dirinya, seseorang akan dapat mengenal siapa Tuhannya. Sahl bin Abdullah at- Tastari pernah berujar, "Siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya."

Modalitas dalam belajar itu adalah, pertama, pendengaran (alsam'a). Dalam proses belajar-meng ajar, orang yang belajar (penuntut ilmu) hendaknya membuka telinga lebar-lebar (mendengarkan secara baik). Sedangkan, orang yang meng ajarkan ilmu (guru) hendaknya dapat memberikan pengajaran dengan suara yang jelas dan terstruktur.

Kedua, penglihatan (al-abshar). Dalam proses belajar-mengajar, orang yang belajar (penuntut ilmu) hendaknya membuka mata lebarlebar, tidak mengantuk, apalagi tidur, dan tidak sibuk dengan media sosial. Sedangkan, orang yang mengajarkan ilmu (guru) harus dapat memberikan pengajaran dengan baik dan dapat menarik perhatian penuntut ilmu.

Ketiga, hati (al-af'idah). Dalam proses belajar-mengajar, orang yang belajar (penuntut ilmu) hendaknya berfokus, tetap berkonsentrasi, dan jangan sampai seperti peribahasa wujuduhu ka'adamihi (keberadaannya seperti tidak adanya). Sedangkan, orang yang mengajarkan ilmu (guru) hendaknya memberikan perhatian secara tulus dan menyentuh hati.

Dengan memaksimalkan modalitas dalam belajar, manusia akan memiliki wawasan yang luas, dan hal itu akan dimintai pertanggungjawaban atas pemanfaatan modalitas tersebut. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintakan pertanggungjawabannya." (QS al-Isra [17]: 36). Maka,waspadalah!

Semoga Allah membimbing kita sebagai anak agar dapat memak simalkan modalitas belajar sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat sebagai nur (cahaya) dalam hidup. Dan, sebagai orang tua dan pendidik, agar dapat menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir pahalanya meskipun telah tiada. Amin. ¦

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA