Jumat 19 Jul 2019 19:59 WIB

PBNU Imbau Segenap Warga Nahdliyin Gelar Shalat Minta Hujan

Shalat minta hujan digelar agar Allah SWT menurukan hujan.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nashih Nashrullah
Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi (kiri)
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi (kiri)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Musim kemarau yang terjadi di Indonesia, menyebabkan sejumlah masalah bagi masyarakat. Setidaknya, sejumlah daerah melaporkan kesulitan air, gagal panen, harga kebutuhan pokok yang melonjak, dan lain-lain.

Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di Jakarta terjadi pada Agustus hingga Oktober. 

Baca Juga

Merespons hal tersebut, Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) mengimbau pengurus cabang di daerah menggelar shalat minta hujan atau istisqa. “Jadi memang, kita mengimbau kepada pengurus cabang agar melaksanakan salat minta hujan,” kata Wakil Sekjen PBNU, KH Masduki Baidlowi kepada Republika.co.id, Jumat (19/7). 

Dia mengatakan imbauan tersebut sudah disampaikan ke berbagai daerah di Indonesia. Sebab, setiap daerah memiliki kondisi yang berbeda-beda. Imbauan shalat istisqa terutama di daerah Pulau Jawa bagian selatan, Jawa Timur (Jatim). “Karena sudah parah kondisinya,” ujar dia. 

BMKG memperkirakan musim kemarau di Jakarta berlangsung hingga Oktober 2019. BMKG menjelaskan awal musim kemarau baru dimulai pada akhir Mei dan Juni.

Kondisi kekeringan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar) mendorong PDAM Tirta Raharja mempersilahkan pelanggan mengajukan bantuan air, jika dibutuhkan. PDAM Tirta Raharja memastikan akan memobilisasi bantuan tangki air bersih pada pelanggan yang terkena dampak kekeringan.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement