Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Ragam Arsitektur Menara Masjid di Indonesia

Kamis 18 Jul 2019 19:30 WIB

Red: Agung Sasongko

Masjid Agung Banten

Masjid Agung Banten

Foto: Republika
Bangunan menara masjid di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai unsur kebudayaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di mana masjid berdiri, di situlah menara menjulang. Menara atau orang Barat menyebutnya minaret, sudah menjadi elemen penting yang sukar untuk dipisahkan dari bangunan masjid. Tak heran jika menara selalu setia mendampingi masjid-masjid besar di seluruh penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Bangunan masjid di Indonesia dipengaruhi oleh berbagai unsur kebudayaan. Tidak hanya Timur Tengah, melainkan juga Cina, Hindu, dan Barat. Hal inilah yang membuat bentuk bangunan menara masjid di Indonesia memiliki keanekaragaman.

Baca Juga

* Masjid Agung Banten

Masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jawa. Masjid yang dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570) terletak di sisi alun-alun dan di sebelah utara keraton. Menara Masjid Agung Banten berbentuk mercusuar dengan gaya Eropa yang tampak kurang serasi dengan bangunan masjidnya.

Awalnya, sebelum difungsikan sebagai menara masjid, menara ini digunakan sebagai menara rambu dan pengintai untuk Pelabuhan Banten yang kerap menjadi sasaran serangan oleh kekuatan-kekuatan Eropa sebagai rival Belanda. Menara ini dibangun oleh seorang arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel, yang bekerja di kota pelabuhan itu pada abad ke-17 M.

* Masjid Agung Demak

Ketika didirikan tahun 1506, bangunan Masjid Agung Demak tidak memiliki menara. Menara Masjid Agung Demak baru dibangun pada 1934, yakni berupa bangunan kerangka besi yang mendukung bangunan batu bagian atas yang ditudungi oleh kubah kecil berbentuk bawang gemuk pendek. Menara ini terletak di tempat terpisah yang berdekatan dengan bangunan masjid.

* Masjid Agung Kudus

Masjid yang terletak di Kota Kudus, Jawa Tengah, ini dibangun pada 956 H/1549 M. Masjid ini terkenal dengan menaranya yang unik, yang merupakan bagian dari kompleks makam Sunan Kudus. Menara ini pada dasarnya meniru bangunan candi zaman Majapahit yang terdiri dari kaki dan tubuh bangunan yang berjenjang beserta pelipit-pelipit mendatar sebagai batas.

Bagian dinding menara terbuat dari material batu bata. Sementara bagian atas menara berbentuk atap tumbang dengan konstruksi kayu. Hiasan bidang, meskipun sudah disamarkan, masih tampak seperti bekas-bekas hiasan pada bangunan candi.

* Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal merupakan salah satu masjid di Indonesia yang mengedepankan gaya arsitektur Islam modern. Gaya arsitektur modern ini juga tampak pada bagian menara masjid. Bangunan menara yang berfungsi sebagai tempat muazin mengumandangkan azan sebagai tanda waktu shalat tiba ini dibangun meruncing ke atas dan memiliki lubang-lubang pada bagian dindingnya. Lubang-lubang tersebut untuk mengurangi tekanan dan hembusan angin.

Menara ini memiliki ketinggian 66,66 meter dengan diameter lima meter. Ketinggian menara ini sebagai simbol dari jumlah ayat yang terdapat dalam Alquran. Sementara di atas tempat muazin mengumandangkan azan adalah puncak menara yang terbuat dari baja tahan karat seberat 28 ton dengan tinggi 30 meter.

* Masjid Raya Medan

Masjid Raya Medan juga termasuk yang memperlihatkan bentuk arsitektur asing yang berbeda dengan bentuk arsitektur tradisional Indonesia. Masjid ini mulai dibangun pada 1906 oleh Sultan Makmun ar-Rasyid Perkasa Alam (Sultan Deli, 1873-1924), dan selesai pada 1909. Gaya bangunan masjid ini meniru gaya bangunan India, Timur Tengah, dan Barat.

Menara Masjid Raya Medan yang terletak terpisah dari bangunan masjid, misalnya, meniru gaya menara Mesir. Menara ini berbentuk runcing ke atas yang terdiri atas bagian bawah berbentuk prisma segi empat, yaitu bagian bawah paling lebar, bagian tengah bertingkat tiga, dan bagian atas berbentuk kubah susun yang berujung runcing.

Selain beragam jenis dan model menara masjid di atas, masih terdapat banyak model menara masjid lainnya. Ada yang persegi empat dengan bentuk mengerucut keatas. Namun, ada pula yang bulat, seperti butir peluru, moncong meriam, persegi delapan, persegi enam, dan lain sebagainya.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA