Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Wabup Lebak: Pengajian Dapat Cegah Aliran Sesat, Radikalisme

Kamis 18 Jul 2019 04:22 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pengajian Majelis Taklim (ilustrasi).

Pengajian Majelis Taklim (ilustrasi).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Wabup Lebak mengapresiasi pengajian FSPP karena mencegah aliran sesat, radikalisme.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi mengatakan, pengajian dapat mencegah aliran sesat dan paham radikalisme. Ia mengungkapkan pernyataan itu dalam acara yang digelar Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Rabu.

"Kami mengapresiasi pengajian yang dilaksanakan FSPP sehingga aliran sesat tidak lagi ditemukan di daerah ini," kata Ade di hadapan ribuan jamaah dan ulama di Masjid Baiturrahman, Wewengkon Kasepuhan Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Rabu.

Pengajian yang digelar rutin setiap pekan itu, menurut Ade, hingga kini telah berjalan dengan baik untuk memberikan pengetahuan agama Islam dengan benar. Jamaah pun memahami Islam bersumber dari Alquran dan Hadist yang kemudian dapat membentengi mereka dari aliran-aliran sesat maupun radikalisme.

Ade mengatakan, agama Islam menyebarkan kebaikan, keimanan, akidah, dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintahnya dan menjauh larangannya.

"Disadari atau tidak, ada kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah umat Islam Indonesia. Karena itu, melalui pengajian dapat meningkatkan ukhuwah serta persatuan dan kesatuan bangsa," ujarnya.

Menurut Ade, penyebaran agama Islam di Indonesia yang disebarkan para wali itu tidak menimbulkan peperangan. Namun, ketulusan dan keikhlasan dengan budi pekerti yang dicontohkan oleh para wali tersebut, telah membuat Indonesia menjadi negara dengan umat Islam terbesar di dunia.

"Tidak ada dalam sejarah, wali memaksa orang-orang di nusantara untuk memeluk Islam," katanya.

Lebih lanjut, wabup mengatakan bahwa kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah tentu dapat menimbulkan kecemburuan bangsa lain. Ia mengingatkan bahwa bangsa Indonesia pernah dijajah oleh negara lain melalui peperangan demi merampas kekayaan alamnya.

Wabup meminta seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan umat dan menghindari permusuhan. Ia juga menyerukan warga untuk meneladani para wali yang telah membawa Islam ke nusantara dengan damai, tanpa mudah diadu domba.

"Kami yakin dengan persatuan akan membawa kesejahteraan umat," katanya.

Sementara itu, KH Itok mengatakan pengajian yang dilaksanakan rutin setiap pekan, selain membangun silaturahim juga menjaga ukhuwah Islamiyah serta mempererat persatuan dan kesatuan. Pengajian itu membahas ilmu fiqih dengan kitab Fathul Mu'in yang banyak dipelajari di berbagai pondok pesantren di nusantara.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA