Rabu 17 Jul 2019 00:10 WIB

Dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Mewakafkan Fintech

Ijabqabul.id diyakini menjadi barang wakaf pertama yang berbentuk platform fintech.

Red: EH Ismail
Wakaf
Wakaf

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO —  Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) Jawa Timur mewakafkan sepertiga keuntungan pengelolaan ijabqabul.id. Keuntungan teknologi finansial yang diwakafkan itu akan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.

“Kami mendaftarkan ijabqabul.id menjadi platform yang menjadi aset wakaf,” kata dosen Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Jawa Timur M Ruslianor Maika dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (16/7).

Ijtihad berwakaf seperti ini dinilainya sebagai terobosan, karena selama ini masyarakat kerap mewakafkan lahan dan bangunan. Hasil riset ini menjadi barang wakaf pertama yang berbentuk platform fintech

Menurutnya, sistem pembagian hasil usaha fintech ini mencontoh kisah Rasulullah melihat suatu kebun yang menjadi satu-satunya tersiram hujan. Kemudian menjadi lebih subur dari kebun lainnya. Lalu Rasulullah memerintahkan sang empunya kebun untuk membagi hasil kebun menjadi tiga bagian. Sepertiga untuk modal. Sepertiga untuk operasional. Sisanya untuk sedekah. 

Ijabqabul dinilainya sudah berkembang luar biasa. Dari yang semula sebatas hasil riset, kini menjadi fintech berbasis syariah yang menghasilkan profit. Sehingga akan lebih baik bila diwakafkan.

Rusli mengaku kisah Rasulullah di atas memberikan inspirasi bahwa keuntungan tidak hanya dinikmati sendiri atau hanya untuk keperluan mandiri. Di dalamnya terdapat kepentingan banyak orang.

“Sebagian dari harta kita adalah milik orang lain , khususnya fakir miskin di luar sana. Sehingga sepertiga hasil keuntungan ijabqabul.id akan disedekahkan untuk mendukung biaya pendidikan gratis di Umsida,” ujarnya.

Keuntungan tersebut dialokasikan bagi mahasiswa yang membutuhkan biaya pendidikan, khususnya yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement