Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

DMI Ajak Warga Peduli Penderitaan Muslim Afghanistan

Rabu 10 Jul 2019 22:49 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

Rapat Pengurus DMI. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin (tengah) saat memimpin rapat di kantor pusat DMI di Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Rapat Pengurus DMI. Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol Syafruddin (tengah) saat memimpin rapat di kantor pusat DMI di Jakarta Pusat, Rabu (10/7).

Foto: Republika/Fakhri Hermansyah
Penderitaan Muslim Afghanistan harus disikapi umat Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Rapat harian Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) membahas masalah-masalah keumatan dan situasi yang terjadi di dunia Islam, termasuk persoalan para pencari suaka Afghanistan yang berada di Jakarta Pusat.    

Baca Juga

Wakil Ketua Umum DMI, Syafruddin mengatakan semua pihak perlu memaklumi terhadap negara-negara yang dilanda konflik seperti Afghanistan. Afghanistan sedang dalam proses menuju perdamaian.

Tapi dia mengakui, ini tentu masih panjang jalannya karena terdapat tiga faksi di Taliban yang belum solid satu sama lain. "Tapi memang upaya menuju solid itu sudah berjalan, dan Indonesia itu terlibat dalam perdamaian itu," imbuhnya.

Syafruddin juga menyadari, di negara konflik tentu banyak warganya yang meninggalkan karena tidak tahan dengan konflik peperangan maupun masalah kebutuhan lainnya. 

"Sebagai negara yang penuh dengan prinsip-prinsip soliditas yang tinggi, kita perlu mengayomi dan melindungi mereka dengan segala aturan yang kita miliki," tuturnya.

DMI, lanjut Syafruddin, pun telah memberi fasilitas kepada sejumlah warga dari Afghanistan. Sebagian diberikan fasilitas pendidikan untuk bersekolah di pesantren unggulan. Setelah menempuh pendidikan, mereka dikembalikan lagi ke negaranya melalui Kementerian Luar Negeri dan UNHCR karena sudah punya keterampilan.

"Banyak keterlibatan DMI dalam hal ini, misalnya kita fasilitasi sekolah mereka di pesantren-pesantren, ada yang di Gontor dan di sekolah lainnya. Kita sebagai negara yang punya berprikemanusiaan, kita harus melayani mereka dan melindungi tiap pengungsi dari manapun," kata dia. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA