Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Thursday, 15 Rabiul Akhir 1441 / 12 December 2019

Baznas Salurkan Daging Kurban Hingga Pelosok Nusantara

Selasa 16 Jul 2019 04:58 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Nashih Nashrullah

Masyarakat antre menerima daging kurban Idul Adha 1439, di Masjid Raya Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung, Rabu (22/8).

Masyarakat antre menerima daging kurban Idul Adha 1439, di Masjid Raya Jawa Barat, Alun-alun Kota Bandung, Rabu (22/8).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Daging kurban disalurkan untuk dhuafa di wilayah terpencil.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebaran titik distribusi kurban dilakukan di desa-desa kawasan terpencil. Hal ini sesuai dengan tagline Baznas "Kurban Berdayakan Desa" yang menjadikan desa menjadi target Baznas dalam mengentaskan kemiskinan. 

Baca Juga

Ketua Kurban Berdayakan Desa Baznas, Indra Hadi, mengatakan menurut Data Badan Pusat Statistik pada September 2018, ada sebanyak 15,54 juta penduduk miskin di Indonesia tinggal di pedesaan. Langkah untuk memberdayakan desa tersebut salah satunya melalui kurban.   

"Saat ini kami membagi sebaran hewan kurban dari Aceh sampai Maluku. Untuk pendistribusian di desa, kita hampir semuanya dilakukan di desa, hewan kurban dibeli di desa, disembelih di desa dan didistribusikan di desa," kata Indra, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Senin (15/7). 

Indra melanjutkan, setiap daerah berbeda-beda penyaluran hewan kurban. Sekitar 80 persen kambing tersebar di wilayah Indonesia barat dan tengah, dan 20 persen sapi tersebar di Indonesia bagian timur. Hewan kurban yang paling banyak didistribusikan di Indonesia timur sebagian besar adalah sapi. 

Selain karena di sana kesulitan mencari hewan kambing, Baznas juga mengikuti tradisi di sana yang sebagian besar memang beternak sapi.  Indra mengatakan, terdapat 50 titik pedesaan yang akan dijadikan sebagai tempat pemotongan hewan kurban Baznas. 

Rencana wilayah distribusi qurban tersebut meliputi beberapa bagian. Di wilayah Barat di antaranya di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta,  dan Jawa Timur.

Wilayah Tengah, di antaranya Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan. Sedangkan wilayah Timur, di antaranya NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara. "Di setiap titik pedesaan diplotting 20 ekor hewan kurban. Akan bertambah seiring penghimpunan yang ada di Baznas," lanjutnya.

Selama dua tahun terakhir ini, Indra mengatakan belum ada kesulitan atau kendala dalam pendistribusian hewan kurban. Hanya saja, diakuinya akses jalan menuju ke rumah-rumah warga membutuhkan upaya lebih. Biasanya, kata dia, Baznas mengundang aparat desa untuk ikut mendistribusikan kurban ke rumah warga.

"Alhamdulillah karena beberapa aparat melihat kondisi akses jalan, sudah ada yang tergugah untuk membuka jalan. Contohnya di Magelang, sebelum Baznas masuk ke desa tersebut, akses jalan sangat sulit, tapi setelah kita ajak untuk meninjau lokasi, alhamdulillah sekarang sudah lebih baik," ujarnya.

Dalam memberdayakan desa melalui kurban itu, kata dia, Baznas memiliki program Balai Ternak di desa-desa binaan Baznas. Indra menuturkan, ada 21 balai ternak binaan Baznas yang tersebar di berbagai provinsi. Sesuai dengan konsepnya, di sini Baznas berupaya memberdayakan para peternak yang ada di desa, di mana hewan kurban dibeli di desa, disembelih di desa dan didistribusikan di desa tersebut.

Pada Idul Adha 2019 ini, Baznas menargetkan sebanyak 3.000 pemotongan hewan kurban. Besaran masing-masing hewan kurban bergantung pada permintaan donatur kurban kepada Baznas. 

Sementara itu, Indra menambahkan ada beberapa cara untuk melayani para mudhahi (orang yang berkurban) yang ingin menyalurkan kurbannya melalui Baznas. Pihaknya melayani para karyawan di perusahaan untuk berkurban melalui Baznas. 

Layanan berkurban juga bisa dilakukan melalui retail kepada para mudhahi secara perorangan. Adapula layanan Jemput Kurban yang disediakan oleh Baznas. Layanan ini dibuka bagi mudhahi yang ingin berkurban melalui Baznas, tetapi tidak sempat ke counter atau tidak bisa melakukan transaksi melalui layanan daring. Selain itu, Baznas juga menarik donasi kurban secara daring melalui situs Baznas, Bukalapak dan Tokopedia.

Ke depannya, juga akan dibuka counter di lima titik mall dan 15 perkantoran yang akan memudahkan masyarakat untuk berkurban. Jika ingin berkurban melalui Baznas, harga kambing dibanderol sebesar Rp 2.5 juta per ekor, sedangkan sapi Rp 17.5 juta per ekor. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA