Kamis 11 Jul 2019 15:28 WIB

Kejujuran, Landasan Utama dalam Berbisnis

Kejujuran dalam bisnis berarti pembeli dan penjual sama-sama ridha

Aktivitas jual beli di pasar (ilustrasi)
Foto: Republika/Bayu Adji
Aktivitas jual beli di pasar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Muhammad Ihsan

Suatu ketika, Rasulullah SAW berkunjung ke pasar dan melewati seorang pedagang yang menjual setumpuk makanan.

Baca Juga

Beliau memasukkan tangan ke dalamnya, kemudian jari-jarinya terasa basah. Lalu beliau bersabda, "Apakah ini wahai pemilik bahan makanan?"

Sang pedagang menjawab, "Makanan ini ditimpa hujan, ya Rasulullah."

Beliau bertanya lagi, "Mengapa tidak kau letakkan di atas, agar dapat dilihat orang? Barang siapa yang menipu orang, maka dia bukan termasuk umatku."

Kisah tersebut di atas merupakan salah satu contoh bagaimana Rasulullah sangat teliti dalam melihat berbagai permasalahan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Beliau tidak segan-segan turun ke lapangan, untuk melakukan sidak sekaligus memberikan pendidikan secara langsung kepada umatnya.

Islam sangat memperhatikan berbagai aspek kehidupan yang berlaku di dalam masyarakatnya. Hal-hal yang sangat kecil pun ada tuntunannya. Apalagi hal-hal yang menyangkut hajat kehidupan masyarakat luas.

Islam juga mengatur secara perinci persoalan akhlak dalam berbisnis.

Kejujuran menjadi landasan utama dalam setiap praktek bisnis. Jujur di sini dapat diartikan, antara produsen dan konsumen sama-sama ridha terhadap barang yang ditawarkan.

Barang yang ditawarkan baik secara jumlah maupun mutu dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Begitu pula syarat-syarat halal-haram bahan baku yang dipergunakan.

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement